Senin 23 Maret 2020, 12:36 WIB

Dua PDP di Sumsel Meninggal Dunia

Dwi Apriani | Nusantara
Dua PDP di Sumsel Meninggal Dunia

MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan kepada wartawan terkait dua warga Sumsel PDP meninggal dunia, Senin (23/3/2020).

 

DUA orang warga Sumatra Selatan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia, Senin (23/3). Kedua pasien tersebut dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, dan meninggal dalam waktu berdekatan. Diketahui, JS,(54 tahun), warga Palembang meninggal dunia pada pukul 05.45 WIB. Sementara EF (53 tahun), warga Prabumulih meninggal dunia pukul 06.15 WIB.

Jubir Covid-19 RSMH Palembang sekaligus Dokter Penanggung Jawab Pasien, Zen Ahmad mengatakan dua orang PDP meninggal dunia pagi tadi, namun belum diketahui hasil pemeriksaan karena hasil laboratorium terhadap dua pasien tersebut belum keluar.

"Dua PDP meninggal dunia. Waktunya tidak berjauhan. Laki-laki berusia 54 tahun meninggal pukul 05.45 WIB dan laki-laki berusia 53 tahun meninggal pukul 06.15 WIB. Kedua pasien kita belum bisa sampaikan konfirmnya. Dua-duanya memiliki riwayat diabetes melitus," kata Zen.

Ia mengungkapkan, keduanya memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. 

"Kami mengisolasi keduanya di satu kamar tapi dengan ruangan yang berbeda," kata dia.

Zen menerangkan, saat ini di RSMH Palembang ada 13 PDP, dimana 6 PDP sudah dipulangkan kerumah karena negatif korona. Sementara 5 PDP masih dirawat dan masih menunggu hasil laboratorium.

"Dua PDP lagi berpulang. Secara total kita memiliki 13 PDP. Untuk pasien yang masih dirawat, saat ini kondisinya ringan hingga sedang," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kedua pasien yang meninggal dunia tersebut. 

"Ada dua PDP di Sumsel meninggal dunia pagi tadi. Kami masih menunggu hasil laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) positif apa negatif covid-19 atau virus korona hasilnya," jelas Herman Deru. 

Ia menambahkan sesuai anjuran dari Kemenkes bahwa kedua jenazah tersebut nantinya akan dimakamkan sama seperti layaknya pasien virus korona. Jika nantinya hasil kedua pasien tersebut positif virus korona, lanjut Herman, pihaknya bakal menaikkan status Sumsel dari waspada menjadi siaga.

"Jika benar hasil dari Balitbangkes itu positif maka status Sumsel akan naik menjadi siaga. Saya juga akan menyiapkan wisma atlet di Jakabaring dan asrama haji menjadi tempat penanganan pasien virus korona," tambahnya.

baca juga: Pemkab Cianjur dan Polres Semprot Disinfektan di Jalan Protokol

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sumsel untuk tetap waspada dan menghindari kegiatan keramaian di tempat umum untuk menghindari penyebaran virus korona.

"Masyarakat Sumsel juga harus menjaga kekebalan tubuh mereka dengan asupan makanan bergizi dan minum vitamin untuk menangkal dan mencegah virus korona," tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Amiruddin A.R

Pengawasan Akses TKI di Jalur Tikus Selat Malaka Ditingkatkan

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Selasa 07 April 2020, 19:25 WIB
Peningkatan pengawasan di sepanjang panati Delat Malaka tersebut, untuk mencegah sebaran Covid-19 yang mungkin dibawa TKI ilegal dari...
MI/SUPARDJI RASBAN

Ancaman Covid-19 di Kota Tegal dari Daerah Sekitarnya

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 07 April 2020, 19:10 WIB
PERANTAU yang mudik ke Kota Tegal jumlahnya sedikit, karena menjadi magnet bagi daerah sekitarnya, Tegal kerap disinggahi puluhan pemudik...
MI/Rendy

Babel Terima 3.000 APD dari Gugus Tugas Covid-19 Pusat 

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 07 April 2020, 18:32 WIB
Mikron berharap APD dari Gugus Tugas Pusat ini dapat membantu tim medis di RS rujukan dan tempat karantina di Babel yang menangani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya