Senin 23 Maret 2020, 12:09 WIB

Pemprov Sumatra Selatan Siap dan Tanggap Lawan Covid-19

mediaindonesia.com | Nusantara
Pemprov Sumatra Selatan Siap dan Tanggap Lawan Covid-19

Pemprov-Sumsel
Mendagri Tito Karnavian dan GubernurSumsel Herman Daru melakukan Rapat Kesiapsiagaan Penanggulangan Covid-19 di Sumsel.

 

KESIAPSIAGAAN terhadap antisipasi dan pencegahan menyebarnya virus korona baru (corona virus diseases/covid-19) sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) sejak awal. Mulai dari pembentukan Tim Reaksi Cepat atau Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 hingga langkah-langkah antisipasi serta penanganan di lapangan.

Pada 9 Maret lalu, Tim Gugus Tigas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel sudah dibentuk oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

Hal itu dilakukan sebagai langkah dan reaksi cepat untuk antisipasi pencegahan masuknya virus korona tersebut ke wilayah Sumsel.

Upaya pencegahan di antaranya dengan memperketat pintu masuk ke Sumsel baik udara, darat dan perairan.

Herman Deru mengungkapkan upaya terpadu juga sudah dilakukan berupa mensosialisasikan antisipasi pencegahan virus korona di tingkat kabupaten, kota, kecamatan, kelurahan, desa, RT, RW, hingga keluarga.

Bahkan, Pemprov Sumsel sejak awal sudah menyiagakan fasilitas kesehatan dan rumah sakit untuk langsung menangani jika ada warga yang terdeteksi wabah virus tersebut. “Saya selalu menekankan agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada, jaga kesehatan, tingkatkan daya tahan tubuh, jaga kebersihan diri dan lingkungan. Pemerintah berada dan siap melindungi masyarakat,” kata Herman Deru.

Menurutnya, saat ini yang penting bukan hanya penanganan penyakitnya, tetapi dampaknya yang sangat luas, termasuk terhadap perekonomian, dan sebagainya. “Sumsel bersatu melawan covid-19,” kata dia.

Pemprov Sumsel sudah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan terhadap upaya pencegahan dan penanganan covid-19. “Langkah strategis hingga aksi di lapangan sudah kita lakukan. Sosialiasi mengenai covid-19 juga terus dilakukan. Koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak terkait untuk menangani antisipasi penyebaran virus ini juga sudah. Kami melakukan berbagai upaya agar mencegah virus ini masuk ke Sumsel,” kata dia.

Herman Deru bersyukur karena sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus positif virus korona. Hal itu tidak jauh dari keberhasilan Tim Gugus Tigas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 yang sudah maksimal melakukan berbagai antisipasi.

“Saya apresiasi kerja Satgas Khusus Pencegahan Covid-19. Sebab hingga hari ini belum satu pun ditemukan kasus covid -19 di Sumsel,” jelas Herman Deru.

Diapresiasi Mendagri
Kesiapsiagaan Pemprov Sumsel inilah yang diapresiasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam rapat kesiapsiagaan penanganan covid-19 di wilayah Sumsel, Sabtu (21/3), Tito Karnavian mengungkapkan Sumsel dinilai bisa menjadi provinsi percontohan di Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19.

Menurut Tito, upaya antisipasi dan penanganan covid-19 di Sumsel sangat baik dan tertata. “Upaya dan sistem yang dibuat Gubernur Sumsel Herman Deru untuk upaya antisipasi dan pencegahan masuknya covid-19 bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata dia.

Ia mengatakan rapat yang diselenggarakan tersebut sebagai upaya melihat kesiapan Sumsel dan jajarannya dalam menghadapi pandemik covid-19. Berdasarkan informasi yang didapatnya, saat ini sudah ada 158 negara yang terpapar virus covid-19.

“Dari paparan Gubernur Sumsel ini tadi, saya melihat bahwa jajaran di Sumsel sudah memiliki pemahaman tentang covid-19 yang termasuk kekuatannya, dampak bahayanya, sistem transmisi atau penularan. Tentang siapa saja yang rentan dan segala karakteristik lainnya. Gubernur Sumsel sudah melakukan antisipasi. Mulai dengan pembentukan gugus tugas, sosialisasi hingga mitigasi,” kata dia.

Diakui Tito, dirinya bersyukur karena Sumsel memiliki berita baik karena belum ada warga yang tertular atau positif covid-19. “Meski ada ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan), tapi ternyata yang positif adalah nol. Ini artinya tingkat fatalitas pun nol. Ini berita bagus untuk Sumsel,” kata dia.

Namun, lanjut Tito, semua pihak juga perlu waspada dan mengantisipasi sebab potensi kemungkinan adanya warga yang tertular virus ini. Hal itu dikarenakan pengalaman di beberapa negara ada perbedaan data pasif dan data sebenarnya. Karenanya semua pihak harus berfikir skenario terburuk tentang ada kemungkinan warga yang positif covid-19.

“Karena itu, kita harus siap, bukan menakut-nakuti. Melainkan waspada dan antisipasi. Untuk itulah rapid test sudah diupayakan pemerintah pusat. Nantinya rapid test ini akan dibagikan ke daerah-daerah untuk dilakukan pemeriksaan sehingga kita bisa dapat data bahwa daerah di Sumsel ada atau tidaknya yang terpapar covid-19 dan kita berdoa untuk warga Sumsel agar tidak ada yang tertular,” jelas Tito.

Selagi menunggu rapid test tersebut, ia meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk aktif melakukan antisipasi berupa sosialisasi ke masyarakat Sumsel terhadap upaya pencegahan penyebaran virus tersebut.

“Semua masyarakat harus bisa mengantisipasi dan memproteksi diri. Menjaga kekebalan tubuh dan menjaga diri agar jangan sampai tertular. Ini dilakukan dengan kesadaran perseorangan. Di antaranya menerapkan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker serta melakukan social distancing,” beber Tito.

Tito menerangkan, meski belum ditemukan vaksin dari covid-19 namun sudah ada beberapa negara yang mencoba memakai beberapa obat dan hasilnya efektif dan bermanfaat. Walau begitu, kampanye untuk pentingnya hidup sehat dan menjaga jarak dengan orang lain sangat penting saat ini.

“Jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain. Karena transmisi bisa melalui percikan ludah atau bersin, kontak antar perorangan misalnya jabat tangan, cipika-cipiki dan sebagainya,” kata dia.

Ia pun menyebutkan saat ini pemerintah daerah juga harus menggalakkan upaya membunuh virus melalui disinfektan. Utamanya di area publik. Perlu juga pemberian bantuan kepada masyarakat berupa masker, <i>hand sanitizer<p>, dan sebagainya, khususnya masyarakat tidak mampu agar tidak tertular covid-19.

“Upaya ini harus dilakukan hingga ke tingkat desa, RT, RW hingga keluarga. Ini bukan upaya gampang. Tapi banyak masyarakat belum paham. Setiap daerah juga harus bisa mensosialisasikan agar masyarakat menjauhi dan tidak mendatangi atau mengadakan kerumunan. Seperti pesta, olahraga bersama, pertemuan atau rapat, ataupun kegiatan keagamaan. Ini dilakukan untuk memutus mata penyebaran virus covid-19,” kata dia.

Tito mengungkapkan, dirinya sudah meminta agar gubernur, bupati dan wali kota agar membatasi dan meniadakan kegiatan yang menjadi kerumunan besar. Bahkan diharap tidak dilakukan karena ini sangat berpotensi menjadi media penyebaran virus covid-19.

“Kita tidak tahu siapa yang positif. Jangan sampai yang lain juga tertular. Karenanya gubernur, bupati, dan wali kota harus bisa membatasi semaksimal mungkin kerumunan, baik kegiatan pesta, seni, edukasi, olahraga ataupun agama,” kata dia.

Hadir dalam rapat kesiapsiagaan penanganan covid-19 di wilayah Sumsel tersebut, Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto, Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, dan jajaran OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. (S1-25)

Baca Juga

dok.MI

Warga dari Zona Merah Jangan Berlibur Dulu ke Jogja

👤Ardi T Hardi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:50 WIB
WARGA dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya dar wilayah zona merah penyebaran Covid jangan datang ke DIY...
ANTARA/Raisan Al Farisi

KLHK Gugat Empat Perusahaan di Cimahi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:10 WIB
Pada tahun ini, sudah ada dua perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil putusan pengadilan yang dimenangkan...
MI/Cikwan Suwandi

Dituding Sebarkan Hoax, Ketua PCNU Karawang Dilaporkan ke Polisi

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:55 WIB
PARTAI Koalisi pengusung Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh melaporkan Ketua PC NU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby atas tudingan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya