Senin 23 Maret 2020, 11:07 WIB

Mau jadi Solusi ? Fintech Lending Perlu Turunkan Bunga Pinjaman

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Mau jadi Solusi ? Fintech  Lending Perlu Turunkan Bunga Pinjaman

ilustrasi
Ilustrasi Fintech

 

Sebagai layanan keuangan yang terbilang baru di Indonesia, industri pinjaman uang berbasis teknologi atau fintech lending tetap optimistis menghadapi situasi merebaknya pandemi virus korona (Covid-19).

Dengan kebijakan pemerintah agar masyarakat mengurangi interaksi secara sosial atau social distancing karena virus tersebut, fintech lending dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka, sehingga bisa membantu perputaran roda perekonomian Indonesia di tengah krisis.

Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan bahwa kondisi saat ini membuat masyarakat fokus ke beberapa sektor yang menopang antisipasi penyebaran virus korona saja, misalnya seperti industri makanan dan kesehatan. Namun bukan berarti sektor lain seperti fintech lending tidak dapat bertumbuh di situasi saat ini.

“Ada pilihan untuk fintech lending, namun perlu melihat situasi ketidakpastian seperti saat ini,” ungkap Tauhid dilansir dari keterangan resmi, Senin (23/3).

Lebih lanjut, dia menambahkan agar industri ini tetap melaju di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, industri fintech lending perlu segera mengambil langkah-langkah strategis supaya masyarakat tetap mendapatkan akses pembiayaan secara online. Salah satu caranya ialah menurunkan suku bunga yang dianggap dapat menarik perhatian publik.

“Di berbagai negara, suku bunga pinjaman di tengah situasi virus ini menjadi rendah sekali, bahkan sampai 0%. Jika suku bunga tinggi, potensi NPL (non-performing loan) semakin meningkat. Ini bisa menjadi pukulan balik untuk industri fintech lending,” lanjutnya.

Menurut Tauhid, industri fintech lending dapat memanfaatkan situasi ini sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan lagi industri yang masih baru di Indonesia. Cara lainnya juga dapat dilakukan dengan membuat fasilitas tambahan seperti mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya.

 

Tetap Optimistis

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menjelaskan industri harus tetap optimistis di tengah kondisi pembatasan sosial karena isu virus korona saat ini. Dia yakin fintech lending memiliki sistem yang dibutuhkan masyarakat saat ini yakni proses yang seluruhnya secara digital, dapat memproses pinjaman dengan cepat tanpa bertele-tele, dan yang terpenting yakni transparansi.

“Situasi saat ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara fintech lending. Untuk itu diperlukan inovasi produk serta layanan yang dapat mencakup kebutuhan masyarakat saat ini. Ini bukan cara yang mudah tapi perlu dilakukan agar industri terus berkembang di tengah situasi yang tidak menentu,” tambah Kuseryansyah.

Salah satu fintech lending yang terus berkomitmen untuk terus optimis di tengah kondisi ini ialah UangTeman.

Mereka tetap berkomitmen untuk terus memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat agar tetap bisa memanfaatkan layanan pinjaman melalui online secara optimal. Dengan imbauan social distancing, layanan fintech lending bisa menjadi alternatif karena seluruh proses pengajuan pinjaman bisa dilakukan tanpa bertemu secara langsung.

“Dengan kemajuan teknologi Electronic Know Your Customer (E-KYC) dan digitalisasi yang sudah diterapkan oleh UangTeman saat ini, semua proses mulai dari download aplikasi, pengajuan pinjaman, verifikasi data, perjanjian digital, pencairan, sampai dengan penagihan dapat dilakukan melalui teknologi finansial. Dengan itu, kebutuhan keuangan masyarakat yang mungkin muncul dalam kondisi saat ini bisa tetap terpenuhi dengan baik, bahkan kami mencatat ada pertumbuhan mencapai 20% untuk pengajuan di aplikasi UangTeman dalam beberapa hari ini” pungkas Head of Corporate Affairs UangTeman Roberto Sumabrata.

Roberto juga mengatakan bahwa UangTeman sedang menyiapkan layanan tambahan yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan masyarakat melalui teknologi finansial. Apalagi, perkembangan terkait isu virus korona (Covid-19) ini berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan memahami kondisi yang terjadi, karena itu kami sedang menyiapkan layanan tambahan untuk membantu memberikan kemudahan akses layanan keuangan kepada masyarakat sebagai komitmen kami dalam mendukung perekonomian Indonesia,” tutupnya. (E-1)

 

Baca Juga

Istimewa/Kemenkop UKM

Kemenkop dan UKM Lantik Pejabat Sesuai Protokol Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 14:37 WIB
Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan pelantikan kali ini sebagai upaya konsolidasi internal dalam mengelola Koperasi dan UMKM khususnya...
MI/Pius Erlangga

MUFG dan BRI Suntik Investree Rp380 Miliar

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 April 2020, 14:30 WIB
Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan layanan Investree dalam rangka mendukung...
Ilustrasi

Kemenkeu Rekomendasikan Tunda Proyek Non Strategis

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 14:21 WIB
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menuturkan, pemerintah telah memberikan arahan untuk menunda pengerjaan sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya