Senin 23 Maret 2020, 09:47 WIB

PWNU Minta Kegiatan Keagamaan Ditiadakan

Denny Susanto | Nusantara
PWNU Minta Kegiatan Keagamaan Ditiadakan

MI/Denny Susanto
Ketua PWNU Kalsel (tengah) Abdul Haris Makkie mengeluarkan larangan kegiatan keagamaan untuk sementara terkait virus korona.

 

PENGURUS Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan meminta agar kegiatan-kegiatan keagamaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar ditiadakan sementara waktu guna mengantisipasi penyebaran virus korona. Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menegaskan akan menindak kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak mematuhi kebijakan pemerintah terkait social distancing ini.

PWNU Kalsel dalam surat edaran kepada PCNU tentang pencegahan penyebaran wabah virus korona meminta seluruh pengurus dan warga NU untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan virus korona. Ketua PWNU Kalsel yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran agar kebijakan social distancing ini dipatuhi.

PWNU meminta semua kegiatan keagamaan seperti pengajian, tahlilan, yasinan, majelis ta'lim, tabligh akbar yang melibatkan banyak orang ditiadakan sementara waktu guna meminimalisir penyebaran wabah virus korona. Termasuk kegiatan ziarah ke makam para ulama yang banyak dilakukan masyarakat Kalsel.

Pantauan Media Indonesia, hingga kemarin kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti peringatan Isra Mi'raj dan perkawinan masih marak berlangsung di Kalsel. Kalsel sendiri dikenal sebagai daerah religius dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar maupun peringatan Isra Mi'raj.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Muhammad Rifai menegaskan dengan kondisi status tanggap darurat bencana virus korona di Kalsel, pihaknya akan menindak tegas kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang karena dinilai menentang kebijakan social distancing yang ditetapkan pemerintah.

"Pemerintah, mabes Polri dan Pemda sudah menerbitkan surat edaran terkait pencegahan virus korona jadi sudah seharusnya kita semua mematuhinya. Kita akan tindak tegas kegiatan-kegiatan yang dinilai melanggar kebijakan social distancing ini," tegas Rifai, Senin (23/2).

baca juga: Jumlah Warga Isolasi Mandiri di Maluku Utara Meningkat

Sebelumnya pihak kepolisian sudah melakukan razia tempat keramaian dan membubarkan kegiatan di sebuah kafe di Banjarmasin. Terkait hal ini juga Pemko Banjarmasin telah menutup kegiatan tempat hiburan malam (THM) selama dua pekan dan pengurangan jam operasional bagi mall dan pusat perbelanjaan. (OL-3)


 

Baca Juga

ANTARA/Abriawan Abhe

Cegah Covid-19, Umat Kristen di Kupang Ibadah di Rumah

👤Palce Amalo 🕔Minggu 05 April 2020, 10:00 WIB
Ada juga sejumlah gereja yang melakukan siaran langsung prosesi ibadah kepada jemaat melalui live streaming di Facebook, serta radio milik...
Dok  BPBD Toraja

Tiga Warga Meninggal Tertimbun Longsor di Toraja

👤Lina Herlina 🕔Minggu 05 April 2020, 09:25 WIB
Ketiganya ialah bapak bernama Bottong, 80, ibu bernama Rita, dan anak laki-laki bernama Yen, 12. Ketiganya tewas tertimbun longsor di dalam...
Dok BPBD Toraja

Hujan Deras, Tana Toraja Dilanda Longsor dan Banjir

👤Lina Herlina 🕔Minggu 05 April 2020, 08:37 WIB
Material longsor juga menutup aliran air, sehingga air meluap dan menyapu empat rumah milik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya