Senin 23 Maret 2020, 06:35 WIB

Perlukah Tes Covid-19 untuk Orang yang Tampak Sehat?

Abdillah Marzuqi | Weekend
Perlukah Tes Covid-19 untuk Orang yang Tampak Sehat?

Unsplash/ CDC
Covid-19

SAAT ini, ada dua alasan untuk tes virus covid-19, terinfeksi virus atau berinteraksi penderita Covid-19. Bagi penderita Covid-19, gejala utama meliputi demam, batuk kering, dan sesak napas. Gejala tersebut sangat mirip dengan flu dan pilek. Sehingga perlu ahli kesehatan untuk menentukan urgensi tes tersebut.

Tes dilakukan hanya pada subjek yang menunjukkan gejala Covid-19 dan subjek yang berpotensi terpapar virus. Seiring berjalan waktu ada wacana untuk melakukan tes massal. Karena ternyata beberapa subjek positif tidak menunjukkan gejala yang kuat.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa virus ditransmisikan secara lokal. Berarti penyebarannya dari orang ke orang dengan mudah. Orang mungkin telah menularkan virus tersebut tanpa mengalami gejala serius," terang ahli biologi molekuler dan peneliti virus dari Rochester Institute of Technology Maureen Ferran dikutip dari Sciencealert.com.

Saat ini, belum ada perawatan khusus untuk covid-19. Tetapi itu tidak berarti pengujian tidak berguna. Ia mengungkapkan pengujian dilakukan agar pasien yang terinfeksi dapat dikarantina sekaligus memperlambat penyebaran virus. Selain itu, menurutnya, pengujian memungkinkan petugas kesehatan mempunyai gambaran yang lebih akurat tentang jumlah kasus dan bagaimana virus menyebar dalam populasi.

Menurutnya, tes virus yang juga kerap disebut sebagai SARS-CoV-2 ini relatif tidak begitu sulit dan bisa dilakukan hampir di mana saja. Tahap awal dilakukan dengan mengambil sampel sel dari rongga hidung bagian dalam. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium uji untuk menentukan sampel terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau tidak. 

Metode saat ini mencari molekul genetik virus (Asam ribonukleat/RNA) dalam sel pasien, lalu mengubahnya menjadi DNA yang kemudian untuk dideteksi dengan instrumen Polymerase Chain Reaction (PCR) kuantitatif. Jika sampel genetik dari virus ditemukan dalam sampel, maka pasien terinfeksi virus. Hasil tes akan keluar dalam 24-72 jam. (M-1)
 

Baca Juga

AFP

WFH Membuat Kebutuhan Internet Naik, Inilah Cara Berhemat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 18:30 WIB
Pemakaian internet memang naik tajam sejak pandemi virus Korona di Indonesia, banyak orang yang harus tetap berada di dalam rumah untuk...
 MI/PANCA SYURKANI

5 Spot Diving Terbaik di Sulawesi

👤Indrastuti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:45 WIB
Banyak dokumentasi National Geographic difilmkan di Selat...
Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC

Popularitas Gim di Tengah Pandemi

👤Sumber: Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:55 WIB
GIM tampaknya telah menjadi hiburan utama bagi sebagian masyarakat selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya