Minggu 22 Maret 2020, 22:30 WIB

Dampak Korona, Pengembang Minta OJK dan Pemprov DKI Beri Stimulus

Antara | Ekonomi
Dampak Korona, Pengembang Minta OJK dan Pemprov DKI Beri Stimulus

ANTARA/Galih Pradipta
Industri realestat juga terpukul oleh pandemi korona

 

DAMPAK penyebaran pandemi virus korona (covid-19) di dunia sudah dirasakan para pelaku usaha. Salah satunya industri realestat di DKI Jakarta. Karena itu, Asosiasi Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut memberikan dukungan kepada industri realestat.

"Industri realestat sejatinya sudah mengalami perlambatan sejak 2017. Saat ini akibat pandemi covid-19, kondisinya semakin melemah akibat penurunan aktivitas ekonomi. Tingkat penjualan drop, sementara biaya yang harus dikeluarkan tetap," ujar Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F Iskandar dalam siaran pers, Minggu (22/3).

REI DKI Jakarta, lanjut Arvin, meminta OJK ikut mendukung industri realestat dengan memberikan stimulus. Mereka mengusulkan bentuk stimulus itu berupa penundaan pembayaran utang pokok dan keringanan bunga sampai dengan Desember 2020. Stimulus itu dapat dievaluasi dengan melihat dampak bisnis yang diakibatkan oleh penyebaran covid-19.

Ia menyebut stimulus itu penting karena industri realestat merupakan salah satu lokomotif perekonomian nasional dengan kemampuannya menggerakkan 175 sektor riil ikutannya.

"Jadi kami meminta otoritas berwenang memberikan stimulus. Jika hal ini dibiarkan sangat dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kredit macet atau non performing loan (NPL).  Beri kami ruang gerak dulu, sambil menunggu redanya virus ini,” pinta Arvin.

Pandemi covid-19 telah menyebabkan penurunan secara signifikan omzet dan volume penjualan atau serapan pasar produk properti yang dijual. Hal itu jelas akan berdampak pada menurunnya kemampuan membayar pengembang terhadap bank atas kewajiban utang.

Hampir semua progres proyek realestat di DKI Jakarta terpengaruh. Khususnya yang menggunakan material atau bahan baku yang berasal dari negara-negara terdampak korona. Pengembang sulit mendatangkan material dan bahan baku karena negara produsennya juga terdampak. Namun biaya operasional dan bunga pinjaman tetap harus dibayarkan.

Selain kepada OJK, DPD REI DKI juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mencari solusi atas lesunya iklim bisnis. Arvin meminta Gubernur DKI Jakarta mempertimbangkan beberapa hal.

"Di antaranya penundaan dan keringanan pembayaran pajak hotel dan restoran, penundaan kenaikan NJOP, dan pembayaran PBB dapat dicicil tanpa dikenakan denda," terangnya.

Seperti diketahui, terdapat cukup banyak perusahaan anggota REI DKI Jakarta khususnya yang mengembangkan hotel dan restoran yang terdampak. Saat ini okupasi hotel mengalami kemerosotan hingga 80%.

"Padahal hotel memiliki karyawan dan properti dalam jumlah besar. Demikian juga soal penundaan kenaikan NJOP dan PBB. Ini diakibatkan kemampuan membayar para pengembang yang terus menurun," pungkas Arvin. (RO/X-12)

 

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Keren, BI Dapat Fasilitas Repo US$60 Miliar dari The Fed

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 18:10 WIB
Hanya beberapa negara emerging market seperti Indonesia yang mendapat komitmen dana dari bank sentral Amerika...
Ilustrasi

Nilai Tukar Rupiah terus Menguat, BI Optimistis target tercapai

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:34 WIB
Ia pun optimistis, target Rp15 ribu pee dolar AS pada akhir tahun ini bisa tercapai....
Ilustasi

Korpri Harapkan Pensiunan ASN Tetap Peroleh THR

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:22 WIB
Zudan menyebutkan, walaupun pihaknya sepakat dengan wacana yang digulirkan pemerintah, ada beberapa elemen ASN dan mantan ASN yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya