Minggu 22 Maret 2020, 20:14 WIB

Balitkabi Kementan Ajak Konsumsi Ubi Jalar Ungu Tangkal Covid-19

Antara | Humaniora
Balitkabi Kementan Ajak Konsumsi Ubi Jalar Ungu Tangkal Covid-19

Antara/Anis Efizudin
Seorang warga menunjukkan Ubi Jalar (sweet Potatoes) Ungu asal Winsusari

 

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian mengajak masyarakat untuk mengonsumsi ubi jalar ungu sebagai asupan untuk meningkatkan imunitas dalam menghadapi wabah COVID-19.
 
Kepala Balitkabi Kementan Yuliantoro Baliadi menjelaskan ubi ungu sangat bagus dikonsumsi karena mengandung antosianin pemecahan senyawa beracun yang dapat menambah kekebalan dan kebugaran tubuh.
 
Kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengonsumsi makanan yang mengandung antosianin. Salah satunya lewat ubi ungu, kata Yuliantoro di Jakarta, Minggu (22/3).
 
Sejak 2014, kata Yuliantoro, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah melepas ubi ungu unggulan dengan nama varietas Antin 3. Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu 150,7 mg atau 100 g (bb).
 
Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang mengandung kadar antosianin tinggi, bahkan lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan, Haris Syahbuddin menjelaskan bahwa ubi ungu adalah panganan fungsional yang kelebihannya sangat bermanfaat untuk kesehatan.
 
Berdasarkan deskripsinya, selain memiliki kadar antosianin tinggi, ubi ungu juga memiliki potensi hasil yang tinggi yaitu 30,6 ton per hektare dengan umur panen 4 hingga 4,5 bulan.
 
"Varietas ini juga agak tahan penyakit kudis, tahan hama boleng, toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi," kata Haris.
 
Covid-19 adalah jenis virus mematikan karena mampu menular secara cepat dari manusia ke manusia lain. Virus ini menular melalui batuk atau bersin orang yang terpapar. Sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mengobati penyakit ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus tersebut.
 
"Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus
mengonsumsi makanan yang mengandung antosianin," kata Haris.(E-1)

Baca Juga

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

​​​​​​​Seruan Paskah, Kemenag Ajak Gereja Muliakan Kehidupan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 15:17 WIB
Kemenag telah mengeluarkan imbauan agar umat Kristen melaksanakan ibadah di rumah dengan memanfaatkan tekhnologi informasi atau...
MI/Mohamad Irfan

Istana: Revisi Perpres BPJS Kesehatan Masih Dibahas Kementerian

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 15:03 WIB
Landasan hukum yang baru dibutuhkan, menyusul keputusan Mahkamah Agung terkait pembatalan kenaikan iuran BPJS...
Ilustrasi

MUI Dukung Gelar Istihotsah dan Zikir Nasional

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 14:54 WIB
Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mendukung penyelenggaraan kegiatan Istighotsah dan Zikir Nasional untuk memohon doa kepada Allah SWT dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya