Minggu 22 Maret 2020, 14:55 WIB

Jadi Rujukan Covid-19, RSUD Sayang Cianjur Tambah Ruang Isolasi

Benny Bastiandy | Nusantara
Jadi Rujukan Covid-19, RSUD Sayang Cianjur Tambah Ruang Isolasi

MI/Benni Bastiandy
RSUD Sayang Cianjur ditunjuk menjadi RS rujukan covid-19.

 

RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat, ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Penunjukannya didasari pertimbangan untuk mempercepat penanganan seandainya ada yang dicurigai terpapar Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur,  Yusman Faisal, mengatakan mewabahnya virus Covid-19 membuat Gubernur menambah rumah sakit rujukan di Jawa Barat. Salah satunya di Kabupaten
Cianjur dengan menunjuk RSUD Sayang sebagai rumah sakit rujukan.

"Betul, dengan SK Gubernur dalam penetapan rumah sakit emergency tertentu. Dari beberapa rumah sakit di Jawa Barat, salah satunya RSUD Sayang," kata Yusman kepada Media Indonesia, Minggu (22/3).

Saat ini, kata Yusman, di RSUD Sayang Cianjur sudah disiapkan lima ruangan isolasi. Jumlahnya bisa saja ditambah melihat perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

"Jadi sebetulnya kita tidak perlu lagi merujuk ke RSHS Bandung. Tapi harus bisa menangani sampai sembuh," jelas Yusman yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan
Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan data, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Cianjur sebanyak 4 orang. Dari jumlah itu dua orang sudah pulang dan dua orang lagi masih dalam pengawasan terdiri dari 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan sebanyak 62 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 40 orang sudah dipulangkan dan 22 orang lainnya masih dalam pemantauan. Mereka terdiri dari 11 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. "Semuanya WNI," ucap Yusman.

Patroli Keramaian

Di tempat terpisah, jajaran Polres Cianjur dan Kodim 0608 Cianjur melaksanakan patroli gabungan ke sejumlah titik keramaian, Sabtu (21/3) malam. Patroli dengan sandi Operasi Aman Nusa II - Penanganan Covid-19 itu dilaksanakan sebagai bentuk menyadarkan masyarakat agar tak berkerumun karena bisa memicu penyebaran Covid-19.

"Patroli ini untuk meningkatkan dan meningatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas tak penting dan tidak menghadiri kegiatan yang mengumpulkan banyak warga," kata Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto, Minggu (22/3).

Sasaran lokasi seperti tempat tongkrongan klub motor, warung-warung kopi, warnet, rental Playstation, kafe, serta tempat hiburan malam. Rutenya di sejumlah ruas jalan protokol di wilayah perkotaan.

"Kami imbau masyarakat agar segera kembali ke rumah masing-masing karena dapat berpotensi tinggi terkena dampak penyebaran virus korona," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Stok Gula dan Terigu di Kalsel Menipis
Baca Juga: Singapura Larang Pendatang Asing Masuk dan Transit

Baca Juga

Antara

Covid-19 Akibatkan Angka Kriminalitas di Sumbar Menurun

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 19:50 WIB
Petugas kepolisian giat melakukan patroli wilayah, sehingga meminimalkan orang melakukan...
ANTARA/Rendhik Andika

Empat Kelurahan di Palangka Raya Zona Merah

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 19:45 WIB
Masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini pun diminta untuk selalu menaati anjuran pemerintah dengan tidak keluar rumah jika...
Antara News Sumsel/Edo Purmana

Gereja di Baturaja Laksanakan Ibadah Daring

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 19:41 WIB
Aktivitas gereja dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting agar para jemaat dapat beribadah tanpa harus keluar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya