Minggu 22 Maret 2020, 13:55 WIB

Soal Panic Buying, Pemerintah Harus Pastikan Kebutuhan Pokok Aman

Ihfa Firdausya | Humaniora
Soal Panic Buying, Pemerintah Harus Pastikan Kebutuhan Pokok Aman

MI/DANIEL MUNOZ
Panic buying terjadi juga di Bogota pada 12 Maret

 

Ketua Pusat Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Palupessy, M.DS., Ph.D mengimbau pemerintah untuk menenangkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying saat penyebaran covid-19 semakin meningkat. Dalam hal ini, dia menilai pemerintah harus memastikan bahwa persediaan kebutuhan dan barang pokok aman.

"Perlu ada yang menunjukkan ke masyarakat bahwa persediaan cukup, sehingga orang-orang membeli barang secukupnya. Pemerintah perlu mengupayakan bukti sosial itu dan kemudian memperlihatkan kepada masyarakat bahwa itu ada," katanya dalam teleconference di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (22/3).

Dicky mengaku melihat ada situasi panic buying di masyarakat. Dia menerangkan bahwa secara psikologis panic buying disebabkan oleh adanya tekanan eksternal untuk melakukan hal yang sama.

"Jika orang mempersepsikan bahwa semua orang membeli dan menumpuk barang, maka kita cenderung juga terdorong untuk melakukan itu," jelasnya.

Seperti diketahui, barang-barang yang menjadi kebutuhan vital saat wabah covid-19 ini di antaranya masker dan hand sanitizer. Kedua barang tersebut kini menjadi langka dan harganya membubung tinggi.

"Sempat kita juga melihat panic buying terhadap bahan pokok seperti gula pasir dan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan sebagainya," tutur Dicky.

Baca juga: Pengamat dan Akademisi Serukan Masyarakat Jangan Panic Buying

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar membeli kebutuhan-kebutuhan di atas secara rasional. Selain itu, Dicky juga meminta masyarakat agar tidak menimbun barang-barang tersebut.

"Anda perlu mengingat bahwa yang membutuhkan barang kebutuhan pokok bukan hanya Anda atau keluarga Anda saja. Tetapi juga orang lain yang bisa saja tetangga Anda, teman Anda, saudara jauh Anda atau orang yang tidak Anda kenal sama sekali. Mereka juga membutuhkan barang-barang itu seperti Anda," terang Dicky.

Dia pun menyarankan supermarket atau toko-toko memberikan batasan pembelian untuk barang-barang kebutuhan yang sedang saat ini banyak dibutuhkan.

"Misalnya bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, daging, serta hand sanitizer, masker, obat-obatan dasar dan vitamin atau suplemen," ujarnya.

Dia juga meminta media tetap memberikan informasi yang akurat dan tidak memuat konten yang terlalu memancing kepanikan masyarakat.

Terakhir, untuk lembaga keagamaan dan pemuka agama khususnya Islam yang sebentar lagi memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri, Dicky meminta agar mereka agar memberikan imbauan pada umat untuk menjalaninya secara lebih sederhana.

"Atau bahkan sangat sederhana," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

AFP/Jason

Andalkan Kecerdasan Buatan Microsoft Hentikan Jurnalis

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:37 WIB
PHK adalah bagian dari dorongan yang lebih besar oleh Microsoft untuk mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengambil berita dan konten yang...
Antara

AR Google Permudah Hitung Jarak Sosial

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:32 WIB
Jika Anda memiliki perangkat Android, cukup buka browser Chrome dan buka goo.gle/sodar untuk mencoba alat baru bernama...
Bea cukai

Covid-19 Momentum Tepat Berhenti Merokok

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 22:58 WIB
Merokok dapat meningkatkan risiko penularan virus korona baru yang akan memperberat komplikasi penyakit akibat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya