Minggu 22 Maret 2020, 13:23 WIB

Stok Gula dan Terigu di Kalsel Menipis

Denny Susanto | Nusantara
Stok Gula dan Terigu di Kalsel Menipis

MI/Denny Susanto
Pasar sembako di Banjarmasin.

 

Sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan mulai kosong dan mengalami lonjakan harga. Di lain hal, Kantor Wilayah Badan Usaha Logistik (Bulog) Kalsel menjamin stok pangan berupa beras aman hingga lima bulan ke depan.

Humas Bulog Kanwil Kalsel, Arif Mandu, Minggu (22/3) mengatakan setidaknya ada dua komoditas di bawah pengawasan Bulog saat ini dalam kondisi kosong yaitu gula dan tepung terigu. "Bulog telah mengambil langkah-langkah berupa pengajuan tambahan pasokan ke pemerintah pusat sebanyak 1.000 ton gula dan tepung terigu dalam proses muat di Pelabuhan Jawa Tengah dan diperkirakan masuk ke Kalsel pada akhir Maret ini sebanyak 17 ton," ujarnya.

Baca Juga: Mentan Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Pascabanjir

Saat ini stok kebutuhan pokok berdasarkan data Bulog Kanwil Kalsel yaitu minyak goreng hanya 9,096 ton dan bulog telah mengalihkan kelebihan stok dari wilayah Kalteng sebanyak 20 ton ke Kalsel. Sedangkan stok daging juga kurang hanya 10,4 ton.

Namun demikian untuk stok beras cukup berlimpah mencapai 15.371 ton untuk beras cadangan pemerintah dan 752,9 ton beras komersial. Stok beras ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan tidak Ada Kelangkaan Bahan Pokok

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani beberapa waktu lalu mengakui terjadinya kekosongan sejumlah kebutuhan pokok yang diikuti harga barang terus merangkak naik. Terlebih kondisi adanya kepanikan warga akibat penyebaran virus korona serta fenomena tahunan menjelang Ramadan dan lebaran harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Menghadapi hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait terutama distributor kebutuhan pokok agar dapat menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat ini. Menurut Birhasani pihaknya juga berencana melakukan operasi pasar menjelang ramadhan.

Sebelumnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah menerbitkan surat edaran kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terkait penanganan penyebaran virus korona yang didalamnya juga menyebutkan tentang jaminan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak panik dan memborong bahan kebutuhan pokok sehingga menimbulkan dampak inflasi dan kerugian lebih luas. (DY/OL-10)

Baca Juga

Antara

Imbas Covid-19 Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

👤Yusuf Riaman 🕔Minggu 05 April 2020, 14:40 WIB
SEDIKITNYA 1.316 karyawan hotel di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa dirumahkan akibat merebaknya...
Ilustrasi/Media Indonesia

Dana Reses DPRD Bengkulu Rp6 Milar untuk Penanganan Covid-19

👤Marliansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
DPRD Provinsi Bengkulu sepakat mengalihkan dana reses atau kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat untuk penanganan penyebaran wabah...
ilustrasi/mediaindonesia.com

Peran Wartawan Vital untuk Edukasi Covid-19 tapi Minim Dukungan

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Minggu 05 April 2020, 13:40 WIB
Wartawan bisa memperjuangkan orang lain, tapi susah memperjuangkan dirinya. Bahkan, untuk mendapatkan masker dan hand sanitizer pun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya