Minggu 22 Maret 2020, 10:40 WIB

Gereja di Kupang Ikuti Imbauan Pemerintah untuk Menekan Covid-19

Palce Amalo | Nusantara
Gereja di Kupang Ikuti Imbauan Pemerintah untuk Menekan Covid-19

MI/Palce
Umat mencuci tangan dulu sebelum beribadah di gereja

 

Hampir seluruh gereja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meniadakan ibadah pada Minggu (22/3) untuk menekan penyebaran virus korona (covid-19).

Namun, berdasarkan pantauan, masih ada gereja yang menggelar ibadah, contohnya Gereja Efata Kupang. Kendati begitu, pihak gereja tetap menerapkan protokol pengamanan yang sudah disampaikan pemerintah. Di antaranya menyediakan sabun antiseptik yang dimanfaatkan umat untuk mencuci tangan.

Selain itu, setiap tempat duduk yang biasanya ditempati sampailima orang dikurangi menjadi tiga orang dengan jarak duduk sekitar satu meter. Bahkan umat juga dilarang berjabat tangan dan berdekatan satu dengan yang lain, termasuk dengan pendeta dan majelis gereja.

Ibadah yang digelar pada pukul 06.00 WITA hanya dihadiri 175 orang. Padahal biasanya setiap ibadah dihadiri antara 300-400 orang.

Pendeta Fedriana Bunga-Manafe mengaku memimpin ibadah dengan tekanan batin yang luar biasa lantaran virus covid-19. Menurutnya, ibadah tersebut merupakan yang terakhir dalam bulan ini.

Pada ibadah Minggu (29/3) akan ditiadakan. "Umat diminta beribadah di rumah masing-masing pada pukul 07.00 WITA. Untuk menandai dimulainya ibadah, pihak gereja akan membunyikan lonceng gereja. Liturgi akan disiapkan oleh gereja dan dibagikan kepada setiap rumah," paparnya.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, PGI: Kebaktian di Gereja Bisa Secara Online

Selain itu, umat juga diminta berdoa setiap pukul 22.00 WITA agar wabah virus korona segera berlalu dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. "Mulai 23 Maret-4 April, seluruh pelayanan gereja yang melibatkan banyak orang ditiadakan," tambahnya.

Umat juga diminta tetap menaati kebijakan pemerintah, yaitu tetap berada di rumah, menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

Sementara itu, data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan NTT pada Sabtu (21/3) menyebutkan orang dalam pengawasan (ODP) korona di daerah itu berjumlah 92 orang. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

KLHK Gugat Empat Perusahaan di Cimahi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:10 WIB
Pada tahun ini, sudah ada dua perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil putusan pengadilan yang dimenangkan...
MI/Cikwan Suwandi

Dituding Sebarkan Hoax, Ketua PCNU Karawang Dilaporkan ke Polisi

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:55 WIB
PARTAI Koalisi pengusung Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh melaporkan Ketua PC NU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby atas tudingan...
MI/Wibowo Sangkala

DLH Serang Temukan Banyak Kejanggalan di Jeti MCA

👤Wibowo Sangkala 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:30 WIB
DINAS Lingkunhan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Banten melakukan inspeksi mendadak ke Jeti Moga Cemerlang Abadi (MCA) Bojonegara, Kabupaten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya