Sabtu 21 Maret 2020, 16:00 WIB

Dunia Usaha Ikut Bantu Pemulihan Ekosistem Mangrove

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Dunia Usaha Ikut Bantu Pemulihan Ekosistem Mangrove

Dok. Epson Indonesia
Penanama mangrove di TWA Angke

 

PERAN semua pihak dalam mengembalikan ekosistem mangrove menjadi salah satu kunci dalam pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya dalam aspek lingkungan hidup.

Hal itu menjadi perhatian serius PT. Epson Indonesia yang melakukan penanaman mangrove di Taman Eisata Alam (TWA) Angke, Kapuk, Jakarta Utara. Dengan menggandeng pihak sekolah, Epson menanam lebih dari 200 batang mangrove disana.

Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia M Husni Nurdin menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan hidup kini digalakkan pihaknya setelah hampir 2 dasawarsa terakhir fokus pada upaya pengentasan kemiskinan lewat sekolah

"Kita coba kembangkan epson identik dengan lingkungan. Saat ini kita punya visi tahun 2050 mengurangi emisi karbon sampai kecil untuk seluruh proses seluruh kegiatan epson di seluruh dunia. Setelah kemiskinan kita ambil lingkungan," ujar Husni dalam keterangan tertulisnya. 

Di sisi lingkungan hidup, ungkap Husni, pihaknya juga sudah menggelar inisiatif pengelolaan limbah sekaligus dibarengi edukasi di sekolah sejak 2019. Penanaman mangrove merupakan lanjutan upaya dalam mengembalikan ekologi Jakarta ke arah yang lebih baik.

Baca juga : Mowilex Bantu Penghijauan Tukad Mati

"Mangrove penting bagi Jakarta, dan daerah lain. Karena Jakarta lautnya paling berpolusi, ada pembangunan yang tidak baik perencanaan sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi. Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kita pikir Jakarta sangat penting daerah pantai harus kembali hijau, kembalikan ekologi satwa dan seterusnya," ujarnya. 

Kasubag TU SMA 96 Jakarta Barat Lambria Sofia mengapresiasi langkah Epson yang menjalin kerja sama dengan pihak sekolah. Hal itu menurutnya bisa menjadi sarana pembelajaran siswa untuk makin giat merawat lingkungan. 

'Kita akan terlibat dalam kegiatan mangrove, ini sangat bagus kalau bisa kegiatan terus berlangsung untuk lingkungan," kata Lambria.

Ken Savitri, Pengelola kawasan taman wisata alam Angke Kapuk menyebut kawasan itu memiliki luasan 99 hektare. Namun, hanya 25 persen ditumbuhi oleh mangrove. Sebelumnya kawaasan tersebut adalah tambak udang. 

Pihaknya sebelumnya terus berupaya melakukan penghijauan namun banyak menemukan kendala, termasuk mangrove mati akibat arus laut.

"Jadi Kita masih memerlukan partisipasi masyarakat untuk ikut konservasi mangrove. Kita terbantu sekali, kita harapkan kegiatan ini berlanjut," pungkas Ken Savitri. (RO/OL-7)

Baca Juga

BMKG

BMKG : Aktivitas Gempa di Lebak dan Sukabumi Meningkat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:30 WIB
Gempa yang dirasakan di kedua wilayah itu pada Selasa, 7 Juli 2020 dipastikan tidak saling menjalar dan...
MI/ Bary F

Kebun Raya Bogor kembi Dibuka untuk Umum

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:20 WIB
Dia berharap, pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran...
Dok. Pribadi

Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi dalam Salurkan Bansos Presiden

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:13 WIB
Paket bansos itu berisi 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, sarden, saus, dan mie instan. Bansos akan disalurkan ke warga terdampak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya