Sabtu 21 Maret 2020, 21:57 WIB

Masker Industri Rumahan Mendulang Untung

Antara | Nusantara
Masker Industri Rumahan Mendulang Untung

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Penjualan masker pabrikan yang semakin langka.

 

PERMINTAAN masker industri rumahan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur meningkat, efek mewabahnya virus Corona atau COVID-19 yang telah menjadi pandemi global termasuk di Indonesia.

Eni Kusrini, 40, satu-satunya pelaku usaha pembuatan masker untuk pemenuhan kebutuhan pabrikan asal Desa Batangsaren, Sabtu (21/3) mengatakan, saat ini dirinya meladeni permintaan atau pemesanan masker dari apotek-apotek yang membutuhkan. "Masker yang kami produksi sudah sesuai standar mutu nasional," kata Eni Kusrini menjelaskan.

Eni yang telah merintis produksi masker sejak 2010 itu mengaku produksinya meningkat sekitar tiga kali lipat. Jika biasanya dalam kurun sehari rata-rata memproduksi 720 buah atau sekitar 18.000 per bulan, saat ini ia kapasitas produksinya harus bisa mencapai 62 ribu per bulan. "Ada permintaan dari sejumlah apotek yang kehabisan stok masker merek pabrikan," katanya.

Untuk memenuhi permintaan itu, Eni dibantu sejumlah penjahit yang menjadi mitra usahanya. Harga untuk satu pack masker isi dua puluh buah dipatok Rp24 ribu.

Untuk menyemangati para penjahit itu, lanjut Eni, dirinya memberlakukan sistem penambahan insentif. Kalau dulu jasa jahit masker sehari diupah Rp100/buah, sekarang dilipatkan menjadi Rp200. "Biar penjahitnya juga semangat. Kalau harga untuk pabrik Rp900," katanya.

Pemesan masker yang dibuat Eni bukan hanya masyarakat pada umumnya. Sejumlah apotek di Tulungagung juga memesan masker padanya. Harga untuk satu pack masker isi dua puluh buah dipatok Rp24 ribu. (OL-12)

 

Baca Juga

ANTARA

Gelombang Pemudik Terus Berdatangan

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 04:15 WIB
GELOMBANG pemudik tetap berlangsung meski pemerintah telah mengimbau agar warga tidak pulang...
ANTARA

Daerah Bersiap Hadapi PHK

👤Lina Herlina 🕔Rabu 08 April 2020, 03:50 WIB
GELOMBANG pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun yang dirumahkan mulai terjadi pada ribuan pekerja di berbagai...
MI/ Akhmad Saufa

Gegara Covid, 2500 Karyawan Hotel di Sumbar Dirumahkan

👤Ant 🕔Rabu 08 April 2020, 01:51 WIB
Sampai saat ini,  tercatat 26 dari 80 hotel di Sumbar yang sudah tutup. Bahkan, dia memperkirakan ada beberapa hotel lagi yang akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya