Sabtu 21 Maret 2020, 21:27 WIB

Sulianti Saroso, Pegawai Teladan yang Mengabdi ke Dunia Kesehatan

Henri Siagian | Humaniora
Sulianti Saroso, Pegawai Teladan yang Mengabdi ke Dunia Kesehatan

Buku Gemilang 25 Tahun RSPI Prof Dr Sulianti Saroso
Julie Sulianti Saroso

 

RUMAH Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI Sulianti Saroso) menjadi salah satu pusat perhatian publik, yakni saat pandemi virus korona (covid-19) di Indonesia. 

Baca juga: Mulai Senin, RSPI Sulianti Saroso tak Lagi Terima Pasien Umum

RS ini adalah salah satu tempat rujukan perawatan pasien pengidap virus yang belum diketahui obatnya itu. Meskipun, sebenarnya RSPI Prof Sulianti Saroso yang diresmikan pada 21 April 1994 itu sebenarnya juga adalah rumah sakit rujukan nasional dan pusat kajian penyakit infeksi di Indonesia. 

Prof Dr Sulianti Saroso. (Buku Gemilang 25 Tahun RSPI Prof Dr Sulianti Saroso)

RS itu sudah berperan menangani beragam penyakit yang berstatus kejadian luar biasa (KLB). Pada 2003, RSPI Sulianto Saroso ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Selain itu, semenjak 2005, RSPI Sulianti Saroso juga merupakan rumah sakit rujukan dalam menangani kejadian luar biasa (KLB) Flu Burung (H5N1).

Baca juga: Satu PDP Covid-19 Diperbolehkan Pulang dari RSPI Sulianti Saroso

Pada 2015, RSPI Sulianti Saroso juga berperan aktif dalam penanganan dan pencegahan penyakit Mers CoV (MCoV) atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Sindrom Pernapasan Timur Tengah karena Virus Corona). Pada 2017, RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi difteri yang ditetapkan sebagai kasus KLB.

Baca juga: Kisah Jurnalis PDP Covid-19 saat Jalani Tes Pemeriksaan

Dari basil penelusuran News Research Center (NRC) dan dari buku Gemilang 25 Tahun RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, berikut adalah sejumlah fakta mengenai sosok perempuan yang namanya diabadikan menjadi tempat perawatan beragam penyakit infeksi, termasuk covid-19. 

Nama lengkap:

Julie Sulianti Saroso.

Lahir:

Karangasem, Bali, 10 Mei 1917 

Meninggal:

29 April 1991 (pada usia 73 tahun)

Pendidikan:

1. 1942

Lulus sekolah kedokteran dari GHS (sekolah tinggi kedokteran) di Batavia (Jakarta).

2. 1950-1951

Melanjutkan pendidikan di Inggris, Skandinavia, Amerika Serikat dan Malaya dan mendapatkan Certificate of Public Health Administrasion dari Universitas London. 

3. 1962

Memperoleh gelar MPH (Master of Public Health) dan TM (Tropical Medicine).

4. 1965

Memperoleh gelar Doctor of Public Health (Epidemiologi) setelah mempertahankan disertasi yang berjudul The Natural History of Enteropathogenic Escherechia Coli Infections di Tulane Medical School, New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat.

5. 1969

Dikukuhkan sebagai profesor dari Universitas Airlangga Surabaya dengan pidato pengukuhan "Pendekatan Epidemiologis dalam Menanggulangi Penyakit".

Pekerjaan:

1942:

Mulai bekerja di bagian Penyakit Dalam CBZ (atau saat ini RSCM), Jakarta.

1945:

Melanjutkan kariernya di RS Bethesda Yogyakarta bagian Penyakit Anak.

1951:

Memulai kariernya di Kementerian Kesehatan. Di situ ia menjabat berbagai posisi yaitu Kepala bagian Kesejahteraan Ibu dan Anak, Kepala Hubungan Luar Negeri, Wakil Kepala Bagian Pendidikan, Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat Desa dan Pendidikan Kesehatan Rakyat, dan Kepala Planning Board.

1967:

Diangkat menjadi Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) dan merangkap Ketua Research Kesehatan Nasional (LRKN) Departemen Kesehatan. 

1975:

Mengundurkan diri dari jabatan sebagai Dirjen P4M dan diangkat menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan.

1978:

Diangkat menjadi anggota tim perumus dan evaluasi Program Utama Nasional Bidang Ristek yang diperbantukan pada Menteri Negara Ristek.

1 Januari 1979:

Diangkat menjadi staf ahli Menteri Kesehatan. 

1979-1980:

Ditunjuk sebagai anggota Board of Trustees of the International Center of Diarhoeal Disease Research Bangladesh dan menjabat Chairman of the Board.

1981:

Menjadi penasihat Proyek Perintis Bina Keluarga dan Balita di bawah Menteri Muda Urusan Peranan Wanita.

1982:

Diangkat menjadi dosen pada Lembaga Kedokteran Gigi Dinas Kesehatan Angkatan Laut.

Prestasi dan Penghargaan

1. Dari Menteri Kesehatan

Piagam Pengabdian dan Jasa dalam meningkatkan Usaha Kesehatan (hygiene dan sanitasi) dari Menteri Kesehatan.

2. Dari Pemerintah India

Piagam dari pemerintah India atas jasanya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

3. Pegawai Teladan

Piagam Pegawai Teladan dari Menteri Kesehatan.

4. Bintang Mahaputra Pratama

Bintang Mahaputra Pratama dari Presiden RI (1975).

5. Dari WHO

Bintang Penghargaan dari WHO South-east Asia Regional Committee.

6. Basmi Penyakit Cacar

Piagam Penghargaan dari WHO Jenewa atas partisipasinya dalam membasmi penyakit cacar di dunia.

7. Dari IDI

Piagam dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atas semangat pengabdiannya yang luar biasa kepada dunia kedokteran dan kesehatan Indonesia.

8. Dari Australia

Piagam Penghargaan dari Queensland Institute of Medical Research, Brisbane Australia.

9. Majelis Kesehatan Dunia

Menjadi salah satu dari dua orang perempuan yang pernah menjabat Presiden Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) selain Rajkumari Amrit Kaur dari India.

10. Namanya Diabadikan 

Untuk menghormati jasa-jasanya, sebuah rumah sakit di Jakarta diberi nama sesuai namanya yaitu Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso. (X-15)

Baca Juga

dok pemprov jatim

Rumah Dinas Gubernur Jatim Jadi Posko Command Center Covid-19

👤Aries Wijaksena 🕔Minggu 05 April 2020, 09:56 WIB
Rumah dinas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berlokasi di sisi timur Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo...
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Tim MI

Jenazah tidak Tularkan Virus

👤Ata/Aiw/RF/J-1 🕔Minggu 05 April 2020, 09:05 WIB
Saat orang meninggal, selnya mati sehingga virus tidak akan berkembang. Sifat virus dalam jenazah sama dengan virus yang ada di tanah,...
MI/ROSMERY C SIHOMBING

Sido Muncul Hadirkan Kebaikan di Tengah Pandemi

👤Ykb/Ten/I-2 🕔Minggu 05 April 2020, 09:05 WIB
Bantuan tersebut untuk membantu upaya melawan pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya