Sabtu 21 Maret 2020, 18:47 WIB

Tidak Menyenangkan Semua Orang

Gaudensius Suhardi | Nusantara
Tidak Menyenangkan Semua Orang

Dok. Pribadi
Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat

 

HANYA dua hari setelah ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat langsung mengeluarkan instruksi terkait wabah virus korona covid-19.

“Saya sebagai Gembala Keuskupan Ruteng yang baru, dan yang hari ini mulai menjalankan tugas kegembalaan itu, merasa perlu untuk mengeluarkan instruksi pastoral bagi seluruh umat keuskupan yang isinya sebagaimana tercantum pada teks yang telah beredar,” kata Siprianus dalam wawancara online dengan Media Indonesia, Sabtu (21/3).

Siprianus dalam instruksinya meminta semua umat wajib memperhatikan dan mematuhi dengan saksama protokol pencegahan penyebaran covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.

“Dalam rangka menghindari kerumunan, perayaan misa hari Minggu dan harian, kunjungan kelompok, katekese umat, rekoleksi, jalan salib, ibadat tobat masal, latihan koor, dan pembinaan-pembinaan sakramen ditiadakan,” demikian instruksi perdana Uskup Siprianus pada 21 Maret.

Siprianus juga menginstruksikan paroki untuk bekerja sama dengan pemerintahan desa dan kelurahan mendata umat berdasarkan kategori pelaku perjalanan dari daerah terpapar. Sejauh ini, Keuskupan Ruteng belum masuk kategori terpapar covid-19.

Berikut petikan wawancara Media Indonesia dengan Uskup Ruteng Siprianus Hormat:

Apa latar belakang dikeluarkannya instruksi terkait covid-19?

Instruksi ini kami keluarkan setelah berkoordinasi dengan pemda dan jajaran terkait. Tujuannya agar semua pihak waspada terhadap merebaknya virus korona ini. Walaupun belum, Manggarai sampai saat ini masih aman terkendali, tapi sikap waspada dan aktif berperan dalam upaya pencegahan. Untuk itu, pemda akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendata keadaan anggota keluarga agar bisa memastikan aman atau tidak. Saya kira itulah yang mendorong kami untuk mengeluarkan Instruksi Pastoral itu.

Pada saat ditahbiskan sebagai uskup pada 19 Maret, muncul pro-kontra terkait perlu tidaknya penundaan tahbisan. Apa komentar Bapa Uskup, apakah ada seruan untuk kembali bersatu?

Yang pertama, saya tentu tidak akan memberikan komen terkait pro dan kontra terkait pelaksanaan tahbisan di Ruteng, karena seluruh tanggung jawab ada pada Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng dan panitia pentahbisan. Para pihak ini sudah memberikan dasar pertimbangan mengapa tetap terus dilaksanakan. Tentu pertimbangan seperti ini tidak menyenangkan setiap orang yang sudah tersandera oleh opini publik yang berseliweran di media sosial.

Karena itu semua pihak yang mau meminta pikiran mengapa tahbisan tetap dilaksanakan, ya, Administratir Apostolik Keuskupan Ruteng dan Romo Vikjen Keuskupan Ruteng yang menjadi ketua umum panitia pentahbisan yang memberikan penjelasan. Sampai saat ini kami belum memikirkan untuk membuat seruan untuk bersatu, apakah itu perlu atau tidak, tentu kami akan mencermatinya terlebuh dahulu.

Pantauan Media Indonesia, meski tahbisan Uskup Ruteng dibayang-bayangi ketakutan atas covid-19, upacara tahbisa tetap berjalan lancar dan semua protokol pencegahan virus dijalankan. (OL-4)

Baca Juga

MI/Solmi

Bupati dan Wali Kota di Jambi Siap Lawan Korona

👤Solmi 🕔Minggu 05 April 2020, 23:41 WIB
Seluruh bupati dan wali kota bersama masyarakatnya siap melakukan pencegahan dan penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi virus...
Dok MI

Pemkot Medan Bantu 5 Kg Beras per Keluarga

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 05 April 2020, 23:27 WIB
Pemerintah Kota Medan membantu kebutuhan beras warga tidak mampu di tengah tekanan ekonomi akibat pemberlakuan status darurat wabah...
Antara

Gas 3 Kg Langkah, Pengecer Jual Rp 40 Ribu Per Tabung

👤Amirudin AR 🕔Minggu 05 April 2020, 23:21 WIB
Ketika ditanyakan, si pemiliknya mengaku gas sedang tidak ada barang. Kemudian di pintu gudang atau pada bagian depan kedai pengecer...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya