Sabtu 21 Maret 2020, 16:36 WIB

Menyusul, Kalsel Tanggap Darurat Korona

Denny Susanto | Nusantara
Menyusul, Kalsel Tanggap Darurat Korona

MI/Denny Susanto
Ketua Gugus Tugas Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie menyampaikan keterangan pers

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status penanganan penyebaran virus korona di wilayah tersebut dari darurat siaga bencana menjadi tanggap darurat.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie, Sabtu (21/3), mengatakan peningkatan status dari darurat siaga
bencana menjadi tanggap darurat bencana ini berdasarkan hasil rapat koordinasi teknis penanganan virus korona Kalsel dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Status tanggap darurat ini berlaku hingga 14 hari ke depan 22 Maret - 6 April 2020," tuturnya.

Status tanggap darurat bencana virus korona di Kalsel ini dikarenakan dua provinsi tetangga yaitu Kaltim dan Kalteng sudah lebih dulu
ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana korona menyusul sejumlah warga dinyatakan positif terjangkit virus korona.

"Kalsel berada di tengah dua provinsi tersebut sehingga penanganan virus korona ini sebagai langkah preventif yang kita lakukan," ujarnya.

Selanjutnya Kalsel akan memberlakukan pembatasan lalu lintas warga dari dan ke Kaltim-Kalteng dengan pengetatan pintu masuk dan jalur darat, sungai dan udara.

"Kita sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pemkab yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga terkait lalu
lintas masyarakat ini," ungkap Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin Ujud sembari mengatakan pihaknya akan memberikan informasi resmi perkembangan penanganan virus korona kepada masyarakat dua kali sehari.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim menambahkan sejauh ini belum ada kasus penderita virus korona di Kalsel.

"Satu pasien yang meninggal dinyatakan negatif korona dan lima pasien lainnya di RSUD Ulin Banjarmasin menunjukkan perkembangan terus membaik," ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga telah menginstruksikan agar rumah sakit di Kalsel menyiapkan ruangan isolasi bagi penanganan pasien
suspect korona di tiap kabupaten. Saat ini selain RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Boejasin Tanah Laut, RSUD Anshari Saleh Banjarmasin, RSUD Idaman Banjarbaru dan RSUD Hasan Basery Kabupaten Hulu Sungai Selatan sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanganan penderita korona. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya