Sabtu 21 Maret 2020, 16:21 WIB

Jokowi Dingatkan, Hati-Hati Jebakan Usulan Lockdown

Gaudens | Politik dan Hukum
Jokowi Dingatkan, Hati-Hati Jebakan Usulan Lockdown

Medcom.id
Ilustrasi lockdown

 

PENGAMAT politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hati-hati dengan adanya usulan lockdown sebagai upaya mencegah sekaligus membatasi penyebaran virus vorona atau COVID-19 di Indonesia. Sebab usulan tersebut bisa berpotensi sebagai jebakan kelompok-kelompok tertentu dalam merongrong pemerintahan Jokowi.

"Kalau saya sarankan pak Jokowi haru benar-benar hati-hati dengan adanya usulan lockdown sebagai upaya membatasi penyebaran virus vorona atau COVID-19 di Indonesia. Usulan itu bisa saja berpotensi sebagai jebakan kelompok-kelompok tertentu dalam merong-rong pemerintahan Jokowi," kata Ramses di Jakarta, Sabtu (21/3).

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini, lockdown bisa berpotensi menimbulkan guncangan sosial berupa kemarahan rakyat. Kebijakan meliburkan aktivitas masyarakat dalam durasi waktu dua minggu sudah merepotkan masyarakat terutama yang kurang mampu atau kelas menengah ke bawah. Apalagi terjadi pembatasan dalam pembelian sembako yang dibutuhkan masyarakat.

"Lockdown itu belum urgen, meski diterapkan terbatas tak akan menyelesaikan masalah karena virus covid-19 tak menyasar daerah-daerah tertentu seperti kampus dan lain-lain. Lockdown bisa berpotensi menimbulkan guncangan sosial berupa kemarahan rakyat. Kebijakan meliburkan masyarakat dalam durasi waktu dua minggu saja sudah merepotkan masyarakat terutama yang kurang mampu. Apalagi terjadi pembatasan dalam pembelian sembako yang dibutuhkan masyarakat," ujar Ramses.

Untuk itu Dosen Universitas Dian Nusantara Jakarta ini menyarankan Presiden Jokowi dan jajarannya mengajak semua pihak agar bekerja sama dalam penyediaan desinfektan atau obat-obatan yang kini sudah mulai diproduksi sejumlah negara seperti Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

Selain itu kata Ramses, pemerintah perlu mencari strategi-strategi alternatif lainnya yang mampu membatasi penyebaran virus korona tanpa harus melakukan lockdown nasional yang bisa berdampak buruk terhadap perkembangan Indonesia ke depannya.

"Langkah hati-hatiJokowi untuk tidak memberlakukan lockdown sudah tepat. Imbauan kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan mencuci tangan, social distance, dan lain-lain perlu ditaati masyarakat. Ini langkah sederhana yang diingatkan Presiden Jokowi sebagai seorang pemimpin dan negarawan. Pola hidup sehat dengan mencuci tangan misalnya juga sudah membudaya di sebagian besar masyarakat kita yang menempatkan kebiasaan hidup sehat sebagai kebutuhan," lanjut Ramsen, penulis buku Ahok Sang Pemimpin 'Bajingan'. (OL-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Komnas HAM: Perpres Terorisme Tak Boleh Lampaui UU

👤Faustinus Nua 🕔Senin 25 Mei 2020, 19:33 WIB
"Perpres-kan turunan dari UU. Isinya tidak boleh melampaui UU yang memerintahkan adanya Perpres itu. Pelibatan militer harus dalam...
Antara/Andreas Fitri Atmoko

Langgar Aturan Asimilasi, 135 Napi Kembali Masuk Bui

👤Insi Nantika jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:28 WIB
"Total ada 135 narapidana asimilasi yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan Kemenkumham akibat adanya...
Akun Facebook Ananda Naris

Soal Bendera Tiongkok Berkibar di Maluku Utara: False Context

👤Henri Siagian 🕔Senin 25 Mei 2020, 16:31 WIB
False context adalah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya