Sabtu 21 Maret 2020, 11:19 WIB

Sawit Bermanfaat bagi Lahan Gambut

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sawit Bermanfaat bagi Lahan Gambut

DOK GAPKI
Tutupan lahan oleh kebun sawit.

 

Kelapa sawit selalu mendapatkan tudingan Uni Eropa sebagai biang keladi akan merusak hutan, khususnya perkebunan kelapa sawit yang berada di atas lahan gambut. Namun demikian, data yang dipaparkan Global Forest Watch (GFW) tidak disetujui. 

GFW menyebutkan, kebakaran lahan yang terjadi di Indonesia pada 2019 hanya 11% yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit dan 68% berada di luar konsesi. Demikian pula pada kebakaran lahan tahun 2015, GFW menyebutkan 14% kerusakan lahan di dalam perkebunan kelapa sawit sedangkan 66% di luar konsesi atau lahan terlantar.

Uni Eropa juga menuding emisi kelapa sawit Indonesia mencapai 90 ton CO2 akibat dekomposisi gambut. Hal tersebut dibantah oleh penelitian yang dilakukan Supiandi Sabiham dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia mengutip dari penelitiannya menemukan emisi di Indonesia hanya 20-25 ton CO2 ekuivalen per hektar dalam satu tahun. 

Sesuai dengan fakta mengenai dua emisi kelapa sawit. Pertama dari akar dan kedua menentukan karbon dari gambut. Jika kedua emisi itu digabungkan, transfer akan sangat besar. Penyebabnya, emisi dari kelapa sawit bisa mencapai sekitar 74%. Padahal Emisi Bersih-nya sangat kecil dan hanya mencapai 20-25 ton CO2 ekuivalen. 

"Kalau tidak ada tanaman yang wajar seperti itu, di mana kalau ada tanaman yang diemisikan diserap kembali untuk pembentukan bio masa oleh tanaman, termasuk sawit. Sebanyak 90 ton itu tidak ada yang menyerap," tutur Supiandi.

Sawitemen Supiandi memiliki keunggulan dalam karbon yang lebih besar untuk biomasa yang lebih besar. Dari jumlah CO2 yang diserap, sawit memiliki kemampuan yang baik dibandingkan dengan semak belukar saja.

Memang hutan menjadi yang paling baik dalam penanaman CO2 tetapi dibandingkan dengan sawit yang memiliki banyak manfaat dan turunan produk ekonomi, jauh lebih menguntungkan daripada hutan yang hanya menganggur. Selain itu, jika gambut dibiarkan terlipat maka potensi terbakar akan lebih tinggi. (RO / OL-10)

Baca Juga

ANTARA

Panen Jagung Tahun Ini Diperkirakan Melimpah

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 07:35 WIB
Menurut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, ketersediaan jagung akan meningkat tajam seiring masa panen raya yang...
AFP

Investor Lirik Emas untuk Minimalisasi Dampak Krisis Ekonomi

👤Ant 🕔Selasa 07 April 2020, 05:15 WIB
Emas menjadi pilihan investor karena mereka khawatir bahwa dana talangan pemerintah dan suku bunga rendah akibat Covid-19 akan menyebabkan...
MI/Dwi Apriani

Dampak Covid-19, Semen Baturaja Diversifikasi Produk

👤Dwi Apriani 🕔Senin 06 April 2020, 21:29 WIB
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menunjang kinerja perseroan ditengah pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya