Sabtu 21 Maret 2020, 10:32 WIB

WHO: Ganti Social Distancing dengan Physical Distancing

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
WHO: Ganti Social Distancing dengan Physical Distancing

MI/Galih Pradipta
Penumpang MRT menggunakan hand sanitizer yang tersedia untuk mengantisipasi virus korona.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) cenderung menggunakan istilah physical distancing ketimbang social distancing. Dalam hal ini, untuk menggambarkan urgensi menjaga ruang antar manusia demi menekan laju penyebaran virus korona (Covid-19).

Perubahan penekanan ini menitikberatkan walau seseorang harus terlibat dalam isolasi fisik, namun tidak perlu menjadi terisolasi secara sosial. WHO menggarisbawahi penting untuk menjaga kesehatan mental selama krisis.

"Kita dapat tetap terhubung dalam banyak cara, tanpa secara fisik berada di ruang yang sama. Kami ingin orang-orang tetap terhubung," ujar Maria Van Kerkhove, yang memimpin unit penyakit yang muncul di WHO.

Baca juga: Dalam Sehari, Kematian Akibat Covid-19 di Italia Capai 627 Orang

Pada Jum’at waktu setempat, WHO menyatakan tidak ada kasus baru di pusat penyebaran Covid-19, yakni Tiongkok, dalam laporan terbaru. Hal itu memberi harapan kepada dunia untuk memerangi pandemi tersebut.

Kota Wuhan diketahui tidak mencatat kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan pertama kalinya sejak laporan kasus pertama pada Desember lalu. Sebagai informasi, virus korona telah menginfeksi lebih dari 250.000 orang di seluruh dunia, dan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

"Kemarin, Wuhan melaporkan tidak ada kasus baru untuk pertama kalinya sejak wabah mucul," tutur Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual di Jenewa.

Baca juga: Dua Hari Terakhir, Tidak Ada Kasus Covid-19 Domestik di Tiongkok

"Wuhan memberikan harapan bagi seluruh dunia, bahwa situasi yang paling parah dapat berbalik. Tentu saja, kita harus berhati-hati. Tetapi pengalaman wilayah yang berhasil menekan penyebaran virus korona, memberi harapan dan keberanian bagi seluruh dunia,” papar Ghebreyesus.

Lebih lanjut, dia menekankan meski orang lanjut usia (lansia) paling rentan terjangkit virus korona, namun kelompok muda tidak bisa dikecualikan, Sebab, banyak orang berusia muda yang membutuhkan perawatan di rumah sakit karena terinfeksi virus korona.

“Saya punya pesan untuk kaum muda. Anda bukan tidak bisa dikalahkan. Virus ini bisa membuat Anda masuk rumah sakit selama berminggu-minggu, atau bahkan membunuh Anda," ujarnya seraya memperingatkan. Dia mengatakan solidaritas antargenerasi menjadi salah satu kunci untuk mengalahkan pandemi Covid-19.(AFP/CNA/OL-11)

Baca Juga

Keduataan Besar Tiongkok

Bantuan APD dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

👤Rudy polycarpus 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 21:46 WIB
Bantuan berupa alat tes corona, masker N95, masker bedah, pakaian pelindung medis, ventilator portabel,...
AFP

Turki Tangguhkan Semua Penerbangan Internasional

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 20:14 WIB
Erdogan tidak memberikan batas waktu kapan pembatasan tersebut akan...
AFP

Partai Kongres Nilai Pemerintah India Lambat Atasi Covid-19

👤Deri Dahuri 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 16:13 WIB
Partai oposisi utama, Partai Kongres, telah melontarkan kritik terhadap pemerintah Modi yang dinilai lambat memberi respons dqalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya