Sabtu 21 Maret 2020, 02:00 WIB

Tingkatkan Hidup Bersih untuk Jaga Pariwisata

(AT/AU/PO/N-1) | Nusantara
Tingkatkan Hidup Bersih untuk Jaga Pariwisata

MI/Ardi Teristi Hardi
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Singgih Raharjo:

 

PELAKU usaha wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diajak untuk makin meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat guna mewaspadai pandemi virus korona baru atau covid-19. Perilaku hidup sehat dilakukan di mana pun, mulai bandara, terminal bus, stasiun, penginapan, hingga objek wisata.

Upaya yang dilakukan antara lain menyediakan sabun cair atau hand sanitizer di titik-titik strategis. "Saya mohon agar dinas pariwisata kabupaten juga menindaklanjuti upaya cegah korona ini melalui sosialisasi budaya hidup bersih dan pelayanan fasilitas kebersihan dasar, seperti hand sanitizer atau sabun cuci tangan di tempat umum," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara di tiga objek wisata yang dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) menurun tajam. Direktur Utama PT TWC Edy Setijono di Yogyakarta mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara di tiga candi tersebut mencapai 40,8%.

Merosotnya jumlah wisatawan, ujarnya, karena dampak penyebaran virus korona. Terlebih, banyak negara yang kemudian melakukan lockdown. "Bukan karena mereka tidak punya uang, melainkan karena negara mereka melarang kunjungan ke luar negeri," jelasnya.

Pendemi virus korona juga berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa mengatakan, sejak korona mewabah sampai kemarin terjadi penurunan wisatawan hingga 25%.

Ia memperkirakan penurunan wisatawan akan terus terjadi, terutama lokasi wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat dan lokas wisata lainnya di Pulau Flores, Timor, dan Sumba. Apalagi, saat ini Timor Leste telah menerapkan kebijakan lockdown yang membuat lalu lintas warga terhenti.

Menurut Wayan, sejumlah festival wisata yang mendatangkan banyak wisatawan mancanegara dan domestik juga ditunda. Salah satunya ialah Festival Dugong yang semula dijadwalkan digelar April mendatang di Pulau Alor, rencananya diundur hingga Mei.

Ia menambahkan, sampai saat ini Pemerintah Provinsi NTT belum mengambil kebijakan menutup lokasi-lokasi wisata, tetapi menerapkan social distancing atau mengurangi kontak dengan orang, serta menjaga jarak minimal satu meter dari orang lain. (AT/AU/PO/N-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Freeport Dukung Mitigasi Covid-19 Dengan Laboratorium Lengkap

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 13:12 WIB
Melalui dua alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test yang PTFI datangkan baru-baru ini, PTFI dapat cepat mendeteksi dan mengisolasi...
MI/Benny Bastiandy

KPU Cianjur Hitung Ulang Penambahan Anggaran Pilkada 2020

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:53 WIB
KPU Kabupaten Cianjur akan mengikuti pelaksanaan tahapan kembali sesuai dengan PKPU tentang tahapan, program, dan jadwal setelah nanti...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Banjir Rob Kembali Rendam Pantura Jateng

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:49 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan banjir rob di Demak cukup parah kerena bersamaan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya