Sabtu 21 Maret 2020, 00:00 WIB

Volume Kendaraan Turun 25%

(Put/Hld/Medcom/J-1) | Megapolitan
Volume Kendaraan Turun 25%

MI/ MUHAMMAD ZEN
Sambodo Purnomo Yogo Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya

 

SAAT Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk meniadakan sementara sistem ganjil-genap, volume kendaraan turun 23% hingga 25%.

"Kemacetan sudah sangat jauh menurun," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo di Jakarta, kemarin.

Sambodo mengatakan penurunan volume kendaraan itu terdapat di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Kendaraan yang melintas di Jalan Sudirman tepatnya depan Ratu Plaza pada 11 Maret 2020 mencapai 60.864 unit, turun menjadi 45.116 unit pada Rabu (18/3).

Penurunan volume kendaraan juga terjadi di depan Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Tercatat, kendaraan yang melintas di depan Sarinah pada 11 Maret 2020 mencapai 28.170 unit, turun menjadi 21.685 unit pada Rabu (18/3). "Turun sebanyak 23%," tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melaporkan adanya penurunan terhadap pengguna transportasi umum hingga 40%-70%.

Penurunan ini terjadi setelah adanya kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah (work from home) dan menjaga jarak sosial (social distancing).

"Dampak dari kebijakan pemerintah untuk menjalankan menjaga jarak tersebut dan ditam-bah dengan kebijakan bekerja dari rumah membuat pengguna jasa transportasi publik menjadi berkurang. Penurunannya mencapai 40%-70%," tutur Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati melalui keterangan resminya, kemarin.

Lebih lanjut, Aditia mengatakan penurunan jumlah penumpang itu di sisi lain menunjukkan keberhasilan upaya pemerintah dalam mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena itu, penurunan jumlah penumpang transportasi umum ini turut mengurangi masyarakat yang berkerumun di area umum.

"Penurunan jumlah penumpang ini juga mengurangi orang yang berkerumun di area publik. Segala upaya ini diharapkan dapat membantu secara signifikan upaya pencegahan penyebaran virus co-vid-19," ucapnya.

MRT

MRT Jakarta juga melaporkan penurunan jumlah penumpang. Jumlah ini diproyeksikan akan lebih berkurang lagi ke depannya dengan semakin banyaknya masyarakat yang berkegiatan dari rumah.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan situasi di lingkungan stasiun dan kereta MRT Jakarta sudah relatif sepi. Tercatat bahwa jumlah penumpang pada Rabu (18/3) lalu hanya sekitar 28 ribu penumpang.

Jika dibandingkan dengan situasi normal yang berkisar 100 ribu penumpang, penurunan jumlah penumpang sebesar 72% dari jumlah rata-rata harian. (Put/Hld/Medcom/J-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Mulai Besok, KRL Hanya Beroperasi Jam 6 Pagi Hingga Jam 6 Sore

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 April 2020, 21:23 WIB
Selain penyesuaian jam operasional, jumlah pengguna juga akan dibatasi lebih...
Istimewa

Rumkitlap AGP Terima Surat Rekomendasi Jadi RS Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 April 2020, 21:20 WIB
Kehadiran Rumah Sakit Lapangan ini sangat diharapkan untuk membantu penanganan pasien terduga Covid-19 di Jakarta yang sudah menjadi...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Organda DKI Minta Pembebasan Pajak Kendaraan Umum Selama Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 April 2020, 21:15 WIB
Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, sebutnya, berdampak terpuruknya penghasilan industri angkutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya