Jumat 20 Maret 2020, 19:37 WIB

Risma Minta Warga Surabaya Tetap Senyum dan Sering Cuci Tangan

Henri Siagian | Nusantara
Risma Minta Warga Surabaya Tetap Senyum dan Sering Cuci Tangan

Antara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) membasuh telur matang yang akan dibagikan kepada masyarakat, beberapa hari lalu.

 

WARGA Kota Surabaya, Jawa Timur, diminta tidak panik dan tetap tersenyum menghadapi pandemi virus corona atau covid-19.

"Saya minta warga Surabaya tidak panik, tetap tersenyum. Kita sedang dicoba. Kita harus hadapi cobaan dengan senyuman," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya.

Menurut dia, dengan selalu tersenyum dan gembira, manusia lebih kebal dengan virus karena meningkatnya daya tahan tubuh. Sebab, ketika seseorang gembira maka akan mengeluarkan hormon (serotonin). "Jadi ayo kita gembira hadapi semua ini. Semua perjalanan ditentukan oleh Tuhan, dan tugas manusia berusaha semaksimal mungkin," ujarnya.

Hormon serotonin adalah hormon yang menjadi pemicu bahagia, yang dapat memberikan perasaan nyaman dan senang.

Baca juga: Setoran Uang ke BI Sulteng akan Dikarantina 14 Hari

Risma juga mengingatkan warga Surabaya untuk istirahat yang cukup dan olahraga teratur sebagai upaya untuk menjaga kesehatan. "Kemudian olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, jangan terlalu capai," katanya.

Baca juga: Tiba di Tanah Air, Bos BUMD Cianjur Diisolasi di Vila di Puncak

Dia juga meminta warga untuk melaksanakan imbauan pemerintah seperti menjaga jarak dengan orang lain, tidak berjabat tangan, berpelukan, atau melakukan kontak fisik, serta melipat karpet di tempat-tempat ibadah.

"Pintu dan jendela rumah juga dibuka lebar-lebar agar cahaya matahari dapat masuk, sehingga ada sirkulasi udara," ujarnya.

Risma juga mengingatkan kembali manfaat empon-empon yang harus dibiasakan kembali di tengah masyarakat. Menurutnya, memang empon-empon itu bukanlah obat, namun dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Risma menambahkan, Pemkot Surabaya terus menambah wastafel portabel di berbagai titik di Kota Surabaya. Bahkan, pemkot juga membagi-bagikan hand sanitizer di berbagai fasilitas publik.

"Kami sudah membuat posko covid-19 dan dapur umum yang terus membuat pokak dan merebus telur. Minuman tradisional dan telur rebus itu kemudian kita bagi-bagikan kepada warga. Semoga ini semua dapat membantu mencegah penyebaran virus covid-19," katanya.

Baca juga: Antisipasi Korona, Masyarakat Disarankan tidak Hadiri Ceng Beng

Pengadaan wastafel portabel diperlukan untuk memfasilitasi masyarakat rajin mencuci tangan hingga bersih.

Menurutnya salah satu kunci agar tidak terkena virus covid-19 ini ada di tangan. "Ini penting, salah satunya untuk menjaga sistem imun kita, lingkungan kita harus bersih dan menerapkan pola hidup sehat," katanya.

Seperti disitat dari humas.surabaya.go.id, Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan  Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya, Iman  Krestian, memastikan sudah memasang 140 wastafel portabel sejak awal bulan lalu.

Fasilitas cuci tangan itu dipasang di sekolah, gedung  pemerintahan, taman, Sentra Wisata Kuliner (SWK), dan pasar-pasar, serta  di berbagai fasilitas umum lainnya yang ada di Kota Surabaya.

"Di sekolah kami sudah memasang 59 unit, gedung pemerintahan 30 unit,  taman 9 unit, SWK dan pasar 24 unit, fasilitas umum lainnya 18 unit.  Total sudah 140 unit yang kami pasang," tegasnya.

Ia juga memastikan pemasangan wastafel portabel akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Proses pengerjaannya cepat karena portable. Hanya memasang selang dan pipa. Kemudian diarahkan ke saluran air terdekat," ujar dia. (Ant/X-15)

Baca Juga

MI/Januari Hutabarat

Petani Tapanuli Utara Diminta tidak Jual Beras ke Luar Daerah

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:43 WIB
Menurutnya  luas lahan panen padi sawah dan padi gogo di daerah tersebut 2020 49.253,34 hektare dengan produksi gabah kering ...
MI/Palce Amalo

PDP Sembuh di NTT Lima Orang, 18 Sampel Negatif Korona

👤Palce Amalo 🕔Selasa 07 April 2020, 17:39 WIB
"Saat ini ODP yang dirawat enam orang dan PDP yang dirawat sembilan orang,"...
Antara

Pemprov tidak Intervensi Rencana Nyepi Desa Adat 3 Hari di Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 07 April 2020, 17:34 WIB
Jika PHDI menyepakati menggelar Nyepi Desa Adat, pemerintah juga akan menyampaikan informasi ke masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya