Jumat 20 Maret 2020, 19:03 WIB

10 Ribu APD dan 150 Ribu Masker Disalurkan untuk Tenaga Medis

Dhika kusuma winata | Humaniora
10 Ribu APD dan 150 Ribu Masker Disalurkan untuk Tenaga Medis

ANTARA/Muhammad Zulfikar
Petugas kesehatan

 

PEMERINTAH sudah menyiapkan sekitar 10.000 alat pelindung diri (APD) dan lebih dari 150.000 masker untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan terkait dengan penanganan kasus covid-19. Alat- kesehatan itu akan didistribusikan ke dinas-dinas kesehatan provinsi untuk kebutuhan rumah sakit yang menangani pasien korona.

"APD sudah kita dapat 10.000 lebih dan masker lebih dari 150.000 serta sarung tangan dan sebagainya. Posisi logsitik kita cukup dan para pelaksana di rumah sakit silakan untuk mengakses melalui dinas kesehatan provinsi," kata Yurianto di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

Pemerintah juga menyiapkan 1 juta test kit massal untuk melakukan penapisan dini covid-19. Test kit ditargetkan untuk orang-orang yang pernah berkontak dekat dengan pasien positif.

"Pemeriksaan terhadap populasi berisiko yakni orang yang pernah kontak dekat dengan pasien positif. Kisarannya pada angka 600-700 ribu orang. Pemerintah akan menyediakan 1 juta test kit untuk pemeriksaan massal ini," kata Yurianto.

Yurianto mengatakan tes massal dilakukan melalui analisis risiko dan tidak semua orang diperiksa. Tes massal diprioritaskan pada lingkungan yang terdapat kasus positif.

"Apabila ada seseorang dirawat dengan konfirmasi kasus positif, kami lacak 14 hari riwayatnya. Apabila dia di rumah, seluruh rumah akan diperiksa. Bila di kantor, maka seluruh orang di kantor akan kami periksa," jelasnya.

Tes massal atau metode rapid test tersebut, ucap Yurianto, berbeda dengan pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) yang menggunakan sampel swab. Pemeriksaan dengan metode rapid test dilakukan dengan sampel darah (imunoglobulin). Tujuannya, untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi positif. Hasil rapid test yang positif akan ditindaklanjuti dengan tes PCR untuk akurasi hasil yang lebih tinggi.

"Pemeriksaan massal dengan (tes) darah, kemudian dalam waktu kurang dari 2 menit maka akan bisa kita selesaikan hasilnya. Tentunya sesivitasnya berbeda dengan PCR," terang Yurianto.

"Jika didapatkan positif dari rapid tes, kami akan mensosialisasikan untuk isolasi mandiri, menjaga jarak dengan anggota keluarga. Jika hasil rapid tes positif dan lalu tes PCR juga positif serta menunjukan gejala berat, maka akan dilakukan perawatan di rumah sakit," imbuhnya.

Dia menambahkan kit untuk tes massal tersebut masuk secara bertahap. Hari ini, pemerintah sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan secara cepat. Besok, diperkirakan akan ada 2.000 kit lagi yang diterima. Sekitar 100.000 kit akan masuk pada hari berikutnya. Sisanya juga akan masuk secara bertahap.(OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Pakar UGM Prediksi Covid-19 di Indonesia Tuntas Akhir Mei 2020

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 18:07 WIB
“Dengan intervensi pemerintah, total penderita korona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020,"...
Shutterstock

Kemenristek/BRIN Tambah Anggaran untuk Riset Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 17:54 WIB
Bambang menuturkan, ada tiga target yang harus dicapai oleh konsorsium Covid-19 yakni target jangka pendek, menengah, dan...
MI/SITRIA HAMID

Saudi Minta Tunda Kontrak Layanan, Bukan Tunda Rencana Haji

👤Sitria Hamid 🕔Rabu 01 April 2020, 17:53 WIB
KEMENTERIAN Agama memastikan bahwa Pemerintah Arab Saudi bukan meminta penundaan rencana haji tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya