Jumat 20 Maret 2020, 19:02 WIB

HIPMI Jaya Usul Keringanan Pajak Bagi UKM

Mediaindonesia.com | Megapolitan
HIPMI Jaya Usul Keringanan Pajak Bagi UKM

Antara
Ketua Bidang UKM  dan Start-Up HIPMI Jaya Diatce G Harahap (kiri) saat memberi keterangan di Jakarta, Jumat (20/3).

 

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) mengusulkan keringanan pajak untuk para pengusaha, terutama pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hal itu untuk mencegah sektor usaha di Provinsi DKI Jakarta mengalami keterpurukan akibat wabah virus Korona (COVID-19).

“Apabila keadaan masih seperti ini atau mungkin lebih parah, akan terdampak pada usaha kecil dan menengah terutama retail, sebab kami tidak punya fleksibilitas dalam hal arus kas (cash flow)," kata Ketua Bidang UKM dan Start-Up HIPMI Jaya Diatce G Harahap di Jakarta, Jumat (20/3).

Baca juga: Pemprov Resmi Menggelar UKM Expo 2019

Menurut Diatce yang juga CEO Titik Temu Coffee, ada sejumlah usulan yang diajukan kepada pemerintah untuk meringankan beban UMKM agar memiliki keleluasaan dalam mengatur arus kas, termasuk untuk membayar upah karyawan dan membayar tunjangan hari raya

Pemerintah bisa memberikan dukungan dalam bentuk pinjaman darurat (emergency loan), keringanan pajak makan dan minuman PB1, pajak penghasilan PPh 21, "grace period" dengan perbankan untuk jangka waktu enam bulan ke depan.

"Kami juga berharap pemerintah, BUMN maupun Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan keringanan operasional untuk kebutuhan gas, air dan listrik. Ini sangat membantu sekali," kata Diatche.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjaga momentum pengeluaran sampai dengan lebaran. Sebab mayoritas UKM bertumpu di momen Ramadhan dan lebaran untuk setahun ke depan.  "Harapannya pemerintah bisa mengintervensi dari sisi demand-nya juga. Sebab dari sisi masyarakat tidak punya kemampuan untuk membeli.”

Ketua Umum HIPMI Jaya, Afifuddin Suhaeli Kalla mengungkapkan, pengusaha milenial dan rumahan saat ini mengalami kesulitan karena omzet sudah berkurang 70% sejak seminggu terakhir terutama di Jakarta dan Bali.

Melihat tren dari negara lain, Indonesia baru di posisi awal virus ini sehingga waktunya tidak bisa diperkirakan akan berapa lama lagi.

"Masalah terbesar bagi para UKM ini adalah momentum Ramadhan dan lebaran, yang di mana ini merupakan momen mendulang emas bagi sebagian besar pengusaha muda," ujarnya. (Ant/A-1)

Baca Juga

Antara

Anies: 283 Jenazah Dibungkus dengan Plastik, Petugas Pakai APD

👤Selamat Saragih 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:34 WIB
Hal itu berpijak pada fakta bahwa 283 jenazah dimakamkan menggunakan protokol pemulasaran jasad pasien covid-19 sejak awal Maret...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Anies Pastikan 5 Kebutuhan ini Tersedia Jika Jakarta Lockdown

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:31 WIB
"Di dalam usulan kami ada beberapa sektor yang harus tetap bisa berkegiatan, adalah energi, pangan, kesehatan, komunikasi, dan...
MI/Tri Subarkah

Beroperasi Normal, Terminal Pulogebang Mulai Sepi Penumpang

👤Tri Subarkah 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:25 WIB
"Mau nggak mau harus pulang kampung. Soalnya di Jakarta kan sudah nggak kerja. Terus mau makan apa kita? Saya di proyek sudah lima...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya