Jumat 20 Maret 2020, 18:38 WIB

BI Gelontorkan Rp300 T Tahan Anjloknya Rupiah Akibat Covid-19

Antara | Ekonomi
BI Gelontorkan Rp300 T Tahan Anjloknya Rupiah Akibat Covid-19

ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

 

BANK Indonesia sudah mengucurkan dana sekitar Rp300 triliun sepanjang tahun ini dalam intervensi pasar guna menguatkan nilai tukar rupiah dari tekanan dolar AS, yang terjadi akibat pandemi global virus corona atau COVID-19.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, mengatakan intervensi nilai tukar rupiah dilakukan di pasar spot, kemudian di pasar sekunder untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing, dan intervensi di pasar Domestik NDF

"Kami terus melakukan injeksi likuidtas baik rupiah dan valas, untuk injeksi likuditas kami laporkan tahun ini sudah injeksi rupiah hampir Rp300 triliun," kata Perry.

Injeksi likuiditas itu antara lain dengan pembelian SBN di pasar sekunder mencapai Rp163 triliun, yang telah dilepas investor asing. Kemudian, BI mengubah Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah atau batas pencadangan kas bank mencapai Rp51 triliun sejak awal tahun.

Selain itu, BI juga melonggarkan lagi GWM rupiah dengan tambahan likuiditas mencapai Rp23 triliun dan GWM valas dengan nilai suntikan dana 3,2 miliar dolar AS.

Baca juga: Jokowi Minta Dukungan Semua Pihak Hadapi Tantangan Ekonomi

Perry mengatakan langkah ini dilakukan karena aliran modal asing (capital outflow) yang keluar dari Indonesia terus meningkat akibat tekanan ekonomi global. Dari Januari hingga Kamis (19/3) kemarin, arus modal keluar mencapai Rp105,1 triliun secara neto.

Selain intervensi pasar, BI juga mendorong agar dunia usaha termasuk para eksportir turut membantu menjaga nilai tukar rupiah, dengan tidak menahan dolar AS. Eksportir dapat melepas dolar AS ke pasar sehingga memberikan pasokan dolar AS di pasar valuta asing.

“Oleh karena itu dalam konteks ini Presiden Joko Widodo memberikan arahan supaya seluruh potensi suplai yang ada di dalam negeri dimobilisasi termasuk para eksportir yang selama ini menahan dolarnya, agar juga memberikan suplai kepada pasar valas,” ujarnya.(OL-4)

Baca Juga

Istimewa/bpjamsostek

Pelayanan Lapak Asik BPJAMSOSTEK Berjalan Lancar 

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 15:21 WIB
Kegiatan Lapak Asik (Pelayanan Tanpa Kontak Fisik) BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Cilandak demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19 sudah...
MI/AKHMAD SAFUAN

​​​​​​​Kementerian Siap Percepat Program Padat Karya Tunai

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 07 April 2020, 15:20 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, bekerja sama dengan balai-balai latihan kerja, melaksanakan program...
Antara/M Agung Rajasa

Hampir Semua Industri Telah Turunkan Produksi

👤 Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 07 April 2020, 15:10 WIB
Saat ini hanya industri besar dan pasarnya masih ada yang mampu bertahan untuk bisa tetap berproduksi, seperti halnya industri makanan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya