Jumat 20 Maret 2020, 17:41 WIB

Kelola Blok Rokan 2021, Pertamina Ciptakan Manfaat Ganda

Antara | Ekonomi
Kelola Blok Rokan 2021, Pertamina Ciptakan Manfaat Ganda

Antara/HO-Pertamina
Ilustrasi - Petugas memeriksa jaringan pipa kilang minyak Pertamina.

 

INSTITUE for Essential Services Reform (IESR) menyatakan, alih kelola Blok Rokan oleh Pertamina pada 2021 bisa membawa dampak ganda yang positif bagi masyarakat Riau, selain manfaat ekonomi,juga pada berbagai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

"Sebagai industri ekstraktif dengan kapital besar seperti migas, memang bisa menciptakan multiplier effect,"  kata Direktur
Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/3). .

Dia mencontohkan, para pekerja Pertamina di Blok Rokan akan membelanjakan gajinya untuk barang dan jasa di lokasi sekitar atau di
ibu kota Riau, Pekanbaru.

Selain itu, tambahnya, terdapat aktivitas bisnis dari mata rantai produksi migas yang melahirkan permintaan barang dan jasa yang lebih tinggi sehingga akan menumbuhkan industri lain seperti restoran, hotel, penginapan dan jasa-jasa lain.

Dari sisi ekonomi, tidak hanya masyarakat merasakan manfaat namun juga Pemda setempat, yakni mendapatkan dana bagi hasil dan dapat pajak-pajak daerah dan masyarakat menerima bantuan CSR serta kesempatan kerja.

"Sebagai BUMN, Pertamina bahkan bisa memberikan lebih kepada masyarakat lewat program-program tambahan," katanya.

Terkait CSR, Fabby yakin bahwa Pertamina sudah memiliki berbagai program unggulan yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Termasuk bidang pendidikan anak, pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan sanitasi, pengelolaan lingkungan, serta pendampingan pada usaha kecil dan UMKM," katanya.

Di sisi lain, dia optimistis bahwa Pertamina mampu mengelola blok tersebut, karena selain sudah berpengalaman, BUMN tersebut juga
merupakan salah satu operator ladang minyak terbesar di Indonesia.

Hanya saja, menurut Fabby, karena Rokan merupakan lapangan yang sudah mature dan melewati puncak produksi, Pertamina harus memastikan tingkat produksi optimal dan memperlambat laju penurunan declining rate.

"Itu tantangan Pertamina. Untuk itu pula, diperlukan investasi dalam bentuk eksplorasi sumur dan penggunaan teknologi EOR," katanya. (Antara/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

Kemenkeu: Program BLT Masih Finalisasi

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 13:35 WIB
Hingga saat ini pemerintah telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 5,8 juta kepala keluarga yang layak untuk mendapatkan BLT...
MI/Bagus Suryo

Truk ODOL Bebas Lalu Lalang, MTI : Batasi di Aturan PSBB

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 April 2020, 12:55 WIB
Sejumlah Unit Penyelengara Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) untuk mengawasi ODOL ditutup sementara...
Istimewa/BRI

Demi Physical Distancing, BRI Serukan Transaksi LPG Lewat Brimola

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 12:09 WIB
Melalui aplikasi BRI Monitoring Online LPG (Brimola), BRI menyediakan layanan transaksi jual beli dan monitoring untuk LPG 3 kg kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya