Jumat 20 Maret 2020, 08:03 WIB

Sebut DKI Episentrum Covid-19, Anies: Risiko Penularan Meluas

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Sebut DKI Episentrum Covid-19, Anies: Risiko Penularan Meluas

MI/Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jakarta sebagai daerah episentrum virus korona atau Corona Virus Disease (Covid-19).

Daerah episentrum yang dimaksud adalah DKI menjadi pusat penyebaran virus. Oleh karenanya, segala upaya dilakukan untuk mengurangi risiko penularan termasuk mengurangi keramaian seperti meniadakan ibadah bersama.

Seruan peniadaan ibadah bersama seperti salat jumat, ibadah minggu bagi umat Katolik dan Kristen, hingga perayaan-perayaan menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 25 Maret nanti.

Baca juga: Anies Imbau Warga Jakarta tidak Keluar Kota Selama 3 Pekan

"Seruan ini untuk seluruh masjid yang di wilayah DKI. Provinsi-provinsi lain yang tidak memiliki problem seperti di Jakarta silahkan menyesuaikan. Jakarta sekarang epistrum. Di tempat ini terjadinya masif angka pertumbuhan yang paling tinggi. Di sini fatwa MUI bisa diterapkan. Tapi, di tempat yang tidak ada kasus, maka di sana bisa keputusan berbeda. Untuk Jakarta saya mengimbau mematuhi," ungkapnya.

Menurut Anies, peningkatan kasus di Jakarta cukup signifikan. Rabu (18/3) jumlah kasus positif korona di Jakarta mencapai 160 kasus. Namun, Kamis (19/3) jumlahnya melonjak tajam hingga 210 kasus.

"Sekarang risiko penularan itu tidak hanya di 1,2,3 daerah saja. Risiko sekarang meluas bisa terjadi di mana saja, jadi tidak lagi bisa membatasi," paparnya.

Ia pun menegaskan masyarakat harus sama-sama mencegah dengan cara menghindari mobilitas di luar rumah dan hanya berdiam diri di rumah.

Lebih lanjut, Anies mengatakan Covid-19 sebagai wabah serius. Berbeda dengan bencana yang sumbernya terlihat mata seperti banjir, kebakaran, dan bencana lainnya, Covid-19 perlu penanganan yang berbeda, yaitu berdiam diri di rumah.

Bahkan upaya pencegahan paling ekstrem ia minta dengan cara mengimbau pada warga Jakarta untuk tidak bepergian ke luar Jakarta selama tiga pekan.

"Saya penting garis bawahi, tolong kabari semua warganya, jangan meninggalkan Jakarta. Sampaikan kepada RT/RW (agar warganya) jangan meninggalkan Jakarta kecuali genting/ urgent, jangan pergi, tahan. Paling tidak selama 3 minggu ke depan jangan bepergian, bertahan dulu di Jakarta, tunda. Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami oleh tempat tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah," ujar Anies. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Anies: 283 Jenazah Dibungkus dengan Plastik, Petugas Pakai APD

👤Selamat Saragih 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:34 WIB
Hal itu berpijak pada fakta bahwa 283 jenazah dimakamkan menggunakan protokol pemulasaran jasad pasien covid-19 sejak awal Maret...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Anies Pastikan 5 Kebutuhan ini Tersedia Jika Jakarta Lockdown

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:31 WIB
"Di dalam usulan kami ada beberapa sektor yang harus tetap bisa berkegiatan, adalah energi, pangan, kesehatan, komunikasi, dan...
MI/Tri Subarkah

Beroperasi Normal, Terminal Pulogebang Mulai Sepi Penumpang

👤Tri Subarkah 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:25 WIB
"Mau nggak mau harus pulang kampung. Soalnya di Jakarta kan sudah nggak kerja. Terus mau makan apa kita? Saya di proyek sudah lima...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya