Jumat 20 Maret 2020, 01:56 WIB

Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI jadi Lab Pemeriksa Covid-19

Mediaindonesia.com | Humaniora
Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI jadi Lab Pemeriksa Covid-19

Dok. handout FKUI
Laboratorium Mikrobiolohi Klinik FKUI

 

LABORATORIUM Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (LMK FKUI) ditunjuk menjadi Laboratorium Pemeriksa Covid-19 bersama dengan 11 laboratorium lainnya se-Indonesia. 

Penunjukan 12 Laboratorium Pemeriksa ini tertuang dalam Surat Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan COVID-19. Keputusan ini ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto pada Senin, 16 Maret 2020.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam menghadapi kasus Covid-19 ini. Salah satunya melalui kesiapan Laboratorium Mikrobiologi Klinik yang sudah terstandardisasi WHO dan mempunyai fasilitas pemeriksaan virus yaitu Biosafety Level 2 (BSL2) dan BSL3. 

"LMK yang berada dalam naungan Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM ini merupakan Unit Kerja Khusus (UKK) yang menjadi salah satu lab regional untuk influenza like illnes. Kami hampir setiap minggu melakukan pemeriksaaan influenza A dan B, H3N1 pada sampel swab throat dan nasofaring. Selain itu memiliki pengalaman pemeriksaan secara profesional saat menghadapi kasus pandemic H1N1, H5N1, dan HIV," katanya dalam keterangan tertulis.

Jejaring Laboratorium Pemeriksa dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan pemeriksaan screening spesimen Covid-19. Berbeda dengan Laboratorium Rujukan Nasional, Laboratorium Pemeriksa Covid-19 bertugas menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari Rumah Sakit/Dinas Kesehatan/Laboratorium kesehatan lainnya. 

Baca juga : PMI Siap Latih Cara Disinfektan ke Petugas Rumah Ibadah

Selain itu, juga .elakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah dietapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laboratorium pemeriksa juga mengirimkan seluruh spesimen (setelah diambil sebagian utuk pemeriksaan) ke laboratorium rujukan nasional Covid-19 dengan segera tanpa menunggu hasil pemeriksaan

Tugas lainnya yaitu mengirimkan hasil pemeriksaan positif dan negatif Covid-19 kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan Public Health Emergency Center (PHEOC).

Kemudian, menginformasikan hasil pemeriksaan negatif kepada RS/Dinas Kesehatan/Laboratorium Kesehatan lainnya untuk deteksi cepat (realtime) dalam rangka penegakan diagnosis, sedangkan informasi hasil pemeriksaan positif hanya dapat dikeluarkan oleh Laboratorium Rujukan Nasional Covid-19;

Laboratorium pemeriksa juga hatus memberikan feedback kepada RS/Dinas Kesehatan/Laboratorium Kesehatan lainnya apabila terdapat kekeliruan dalam penggunaan material atau media pada spesimen yang diterima.

Ari menjelaskan, LMK FKUI memberikan pelayanan pemeriksaan bakteriologi, mikologi, tuberkulosis, virologi dan mikrobiologi molekuler, hingga pemeriksaan mikrobiologi lingkungan dan industri. "

"Lab ini juga dapat memenuhi berbagai pemeriksaan termasuk untuk deteksi infeksi, pemeriksaan sebagai syarat pembuatan visa, dan sterilitas ruangan di fasilitas kesehatan. Tidak hanya memiliki fasilitas yang lengkap, Lab ini juga mampu melakukan berbagai pemeriksaan mikrobiologi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di FKUI," pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/ Bary F

Kebun Raya Bogor kembi Dibuka untuk Umum

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:20 WIB
Dia berharap, pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran...
Dok. Pribadi

Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi dalam Salurkan Bansos Presiden

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:13 WIB
Paket bansos itu berisi 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, sarden, saus, dan mie instan. Bansos akan disalurkan ke warga terdampak...
Antara/Aji Styawan

Terumbu Karang di Karimunjawa Rusak, Kerugian Capai Rp12 Juta/m2

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:49 WIB
Valuasi ekosistem terumbu karang yang dilakukan Munasik bersama sejumlah peneliti lainnya meliputi ecological value dan services...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya