Kamis 19 Maret 2020, 23:34 WIB

Tetap Fokus Menyalurkan Kredit untuk UMKM

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tetap Fokus Menyalurkan Kredit untuk UMKM

Istimewa
Amar bank menerima penghargaan dari Majalah Infobank.

 

SAAT ini masih terdapat lebih dari 90 juta masyarakat Indonesia yang belum tersentuh akses layanan keuangan.

Hal itulah mendorong Amar Bank untuk terus menyalurkan kredit melalui pemanfaatan teknologi dan meningkatkan inklusi keuangan yang berprinsip pada keuangan berkelanjutan. 

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian seusai menerima penghargaan dari Majalah Infobank  di Jakarta, Kamis (19/3).

"Penghargaan ini menunjukkan keberhasilan kami dalam menjalankan pelayanannya kepada masyarakat Indonesia," ujar Vishal Tulsian yang didampingi Head of Business Banking Amar Bank, Eka Banyuaji.

“Maka dari itu, melalui teknologi dan transformasi digital perbankan, kami terus berupaya untuk mengembangkan layanan dan produk kami sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan,”  tegasnya.

Hingga saat ini, kata dia, mereka telah menyalurkan dana untuk kredit modal usaha ke lebih dari 100.000 UMKM dan melayani lebih dari 350.000 nasabah.  Dia optimistis bisa terus memperluas akses perbankan bagi masyarakat Indonesia yang belum terlayani.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di sektor UMKM, tahun ini pemerintah kembali menurunkan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% atau turun satu persen dibanding tahun lalu dan menaikkan plafon anggaran KUR dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun. 

Dengan adanya KUR yang mendistorsi bisnis kredit mikro komersial, pemerintah berharap dapat memberikan dampak signifikan bagi pergerakan ekonomi rakyat khususnya UMKM, sehingga dapat lebih berkembang dan cakupan pasar yang lebih luas.

Upaya pemerintah dalam mendorong perkembangan sektor UMKM terus dilakukan di tengah maraknya isu pandemi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengeluarkan beberapa pelonggaran kebijakan countercyclical melalui Peraturan OJK (POJK) tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19. 

Salah Satu kebijakan yang ditempuh OJK adalah mengizinkan bank menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19, termasuk dalam hal ini adalah debitur UMKM. 

Melalui kebijakan ini, perbankan dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit atau pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk debitur UMKM. 

"Kami akan terus berinovasi dalamproduk dan layanan Amar Bank guna memberikan akses serta kemudahan pinjaman produktif yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” kata Vishal Tulsian. (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

👤Try/Ant/E-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:35 WIB
“Petani tembakau telah cukup sengsara dengan adanya kenaikan cukai tembakau 23% pada tahun ini dan juga tekanan pandemi,” ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya