Kamis 19 Maret 2020, 21:52 WIB

Tokoh Agama Tanggapi Seruan Ibadah di Rumah

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Tokoh Agama Tanggapi Seruan Ibadah di Rumah

Antara
Ahli tafsir Alquran M Quraish Shihab

 

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengatakan para tokoh agama agar bersama-sama menyikapi pandemi virus korona baru (covid-19) dengan bijak terutama soal penyelenggaraan ibadah.

Sekretaris KAJ V Adi Prasojo mengatakan, situasi di tengah pandemi covid-19, para tokoh agama perlu memberikan keteladanan dengan ketenangan dan bijak agar tidak membuat masyarakat resah. Dia meyakini para tokoh agama bisa mengambil keputusan bijak soal penyelenggaraan ibadah.

"Situasi sekarang membutuhkan ketenangan dan kesucian hati. Perlu bergandengan tangan para tokoh agama untuk menyikapinya. Saya yakin tokoh agama ambil keputusan bijak," ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/3).

KAJ pun sudah mengeluarkan keputusan (SK) soal imbauan pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah. Melalui SK No 159/3.5.1.2/2020 yang ditandatangani Kamis (19/3), meniadakan semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan banyak orang mulai 20 Maret hingga 3 April.

"Misa mingguan akan disiarkan live streaming melalui chanel Youtube. Kemudian para pastor diminta untuk tetap melayani rohani seperti orang sakit atau yang meninggal sesuai prosedur yang ditetapkan," kata Adi.

Ahli tafsir Alquran M Quraish Shihab turut menanggapi fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pelaksanaan ibadah di tengah covid-19. Di antara isi fatwa tersebut menganjurkan agar umat Islam tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid, termasuk salat Jumat.

Menurutnya, para ulama mengeluarkan fatwa tersebut karena covid-19 memang membahayakan jiwa manusia. 

“Nah, sekarang virus korona semua sepakat menyatakan bahwa dia membahayakan jiwa manusia. Maka, ulama-ulama memberi fatwa tidak dianjurkan bagi mereka untuk hadir dalam shalat-salat berjamaah, bahkan salat Jumat,” ujarnya dalam cuplikan video call yang diunggah putrinya, Najwa Shihab, di akun Instagram-nya, Kamis (19/3).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

Pada zaman sahabat nabi, kata dia, pernah mengubah redaksi azan ketika terjadi hujan lebat. Dalam redaksi azan tersebut, umat Islam diajak untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing.

“Dulu, pada zaman sahabat-sahabat Nabi pernah terjadi hujan lebat sehingga jalan becek. Azan ketika itu diubah redaksinya. Kalau di dalam azan ada kalimat yang menyatakan hayya ala shalah, 'mari melaksanakan salat', panggilan ketika itu berbunyi, salatlah di rumah kalian masing-masing,” katanya.

“Ini bukan berkaitan dengan keselamatan jiwa, tetapi berkaitan dengan kesehatan dan kemudahan. Itu pandangan agama,” tambahnya (X-15)

Baca Juga

Antara

HUT ke-74 TNI AU, Sederhana Namun Bermakna

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 21:48 WIB
Tak ada aksi iring-iringan pesawat ataupun pertunjukan udara khas pesta ulang tahun angkatan yang memiliki semangat Swa Bhuwana Paksa...
MI/Pius Erlangga

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Percepat PSBB Penyangga Jakarta

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 April 2020, 20:03 WIB
Pemerintah, lanjut Rerie, perlu segera merealisasikan program bantuan sosial di sejumlah daerah terdampak...
Antara

Pulang Kerja, Presiden Bagikan Sembako

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 19:27 WIB
Di dalam paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, kecap dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya