Kamis 19 Maret 2020, 21:01 WIB

ADB Beri Paket Bantuan US$6,5 Miliar

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
ADB Beri Paket Bantuan US$6,5 Miliar

ANTARA
Pembangunan tanggul laut Teluk Palu yang mendapat bantuan ADB

 


Asian Development Bank (ADB) memberikan paket bantuan senilai US$6,5 miliar untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang yang menjadi mitranya dalam menghadapi pandemi covid-19 (virus korona).

Presiden ADB, Masatsugu Asakawa, dalam keterang pers yang diterima, Kamis (19/3), mengatakan, pandemi Covid-19 telah menjadi krisis global. Oleh karenanya diperlukan aksi kuat di tiap tingkatan mulai dari nasional, kawasan hingga dunia.

Paket bantuan yang diberikan ADB, lanjut Asakawa, diberikan sebsgai bentuk fukungan negara berkembang untuk menangkal pandemi.

"Setelah berdiskusi dengan para anggota dan organisasi setara, kami menyediakan dana pertolongan US$6,5 miliar ini untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari negara-negara anggota kami," tuturnya.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi operasi sektor publik yang berkaitan dengan kegiatan kesehatan dan ekonomi senilai US$3,6 miliar. Sedangkan operasi di sektor swasta usaha mikro, kecil dan menengah, perdagangan domestik dan kawasan, serta perusahaan yang terdampak secara langsung oleh virus korona akan diberikan dana senilai US$1,6 miliar.

Asakawa menambahkan pihaknya akan memobilisasi dana senilai US$1 miliar yang berasal dari sumber daya konsesional dan direalokasi dari beberapa proyek yang sedang berlangsung.

"ADB juga akan menyediakan US$40 juta untuk bantuan teknis dan hibah yang dapat disalurkan dengan cepat," terangnya.

ADB, imbuh dia akan menyesuaikan instrumen pendanaan dan proses bisnis untuk mempercepat dukungan kepada negara-negara berkembang yang menjadi mitranya.

Bila disepakati oleh Dewan Direktur ADB, penyesuaian itu akan meliputi akses yang lebih cepat terhadap bantuan darurat bagi perekonomian dengan keterbatasan fiskal yang akut, prosedur dibuat ringkas untuk pemberian pinjaman berbasis kebijakan serta sistem pengadaan universal akan fleksibel dan lebih cepat.

"Pandemi semacam ini menuntut respons yang terkoordinasi dan kolaborasi yang kuat antara negara dan lembaga. ADB akan terus memperkuat kolaborasinya dengan International Monetary Fund, the World Bank, berbagai lembaga pembangunan lain di tingkat kawasan, World Health Organization, dan badan-badan pendanaan bilateral seperti Japan International Cooperation Agency, serta US Centers for Diseases Control dan organisasi sektor swasta, untuk memastikan implementasi yang efektif dari upaya tanggap covid-19 ini," jelas Asakawa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, secara total ADB telah menyediakan dana di kisaran US$225 miliar kepada negara-negara berkembang mitranya guna menangani virus korona.

Secara rinci dana itu diberikan untuk hibah sebesar US$2 juta untuk memperkuar upaya pencegahan, deteksi dan tindakan terhadap penyakit menular di Tiongkok dan sub-kawasan Mekong.

Kemudian dana mencapai US$18,6 juta diberikan sebagai pinjaman untuk perusahaan distributor farmasi di Wuhan untuk menyediakan kebutuhan medis.

Selanjutnya dicairkan lagi dana hibah kedua senilai US$2 juta untuk beberapa negara berkembang untuk menghambat laju penyebaran virus korona. "Saat ini, pembiayaan tambahan sedang dimobilisasi untuk hibah ini," ujar Asakawa.

Selain itu dana senilai US$200 juta disiapkan melalui program rantai pasokan finansial ADB untuk perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan obat-obatan dan peralatan kesehatanan.

Dana hibah sebesar US$3 juta juga diberikan untuk mendukung upaya tanggap covid-19 di Filipina. Hibah lainnya senilai US$600 ribu dari proyek oenguatan sisgen kesehatan untuk membiayai pencegahan di Sri Lanka.

ADB juga merelokasi US$100 ribu dari proyek pelayanan kesehatan ibu dan anak terpadu di Tajikistan untuk membiayai upaya pencegahan dan memitigasi wabah virus korona.

Teranyar, ADB merekolasi dana sebesar US$1,4 juta dari proyek pengembangan sektor kesehatan kelima di Mongolia untuk pengadaan peralatan medis esensial. ADB juga menyetujui bantuan teknis skala kecil senilai US$225 ribu untuk memperkuat kapasitas nasional Mongolia dapat mencegah dan menangani penyakit menular.

"Beragam instrumen finansial yang menyediakan layanan seperti di atas juga tersedia bagi seluruh negara-negara berkembang anggota ADB," imbuh Asakawa.

"ADB juga akan memperbarui perkiraan dampak pandemi virus korona dalam Asian Development Outlook yang akan dirilis pada 1 April 2020," tutupnya. (E-3)

Baca Juga

Antara

Menteri Perindustrian Keluarkan Surat Edaran Operasional Pabrik

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 April 2020, 16:09 WIB
Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat...
Antara/Rosa Panggabean

BI: Global Bond Bisa Perkuat Cadangan Devisa

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 April 2020, 15:15 WIB
Hal itu ditegaskan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Posisi cadangan devisa per Maret tercatat US$ 121...
Istimewa/Kemenkop UKM

Kemenkop dan UKM Lantik Pejabat Sesuai Protokol Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 14:37 WIB
Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan pelantikan kali ini sebagai upaya konsolidasi internal dalam mengelola Koperasi dan UMKM khususnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya