Kamis 19 Maret 2020, 20:47 WIB

Masjid dan Pesantren di Bogor tak Menggelar Salat Jumat

Dede Susianti | Megapolitan
Masjid dan Pesantren di Bogor tak Menggelar Salat Jumat

MI/DEDE SUSIANTI
Mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), masjid dan Pesantren di Bogor tak Menggelar salat Jumat

 

SEJUMLAH masjid dan pesantren yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, mengikuti imbauan pemerintah pusat untuk tidak menggelar salat Jumat dan salat di rumah saja.

Di antaranya dilakukan Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Munawar yang berada di Jalan Pemuda, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Pihak DKM yang terletak bersebrangan dengan Kantor DPRD Kota Bogor itu, memutuskan untuk tidak menyelenggarakan salat Jumat pada tanggal 20 Maret dan 27 Maret mendatang.

"Ini anjurannya dua pekan, Minggu ini (20 Maret) dan minggu depan (27 Maret). Kalau misalnya minggu depan teratasi, kami akan gelar salat Jumat untuk minggu depan," ungkap Ketua DKM Al-Munawar Ustad Firdaus, Kamis (19/3).

Ustad Firdaus menjelaskan bahwa keputusan ini dilakukan karena sebgian orang merasa khawatir dengan penularan Covid-19. Keputusan tersebut mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Yang pertama, andai kata virus korona ini tidak dapat dikendalikan maka boleh meniadakan salat Jumat, tablig akbar, salat iduladha maupun idulfitri. Kemudian yang kedua, bila mana virus korona ini dapat dikendalikan oleh pemerintah atau instansi terkait, maka boleh menyelenggarakan salat Jumat, tablig akbar, salat idul adha dan idul fitri. Jadi kami laksanakan fatwa yang pertama," kata Ustad Firdaus.

Baca juga: Social Distancing, Ponpes Terapkan Belajar di Rumah

Hal sama dilakukan pengurus pesantren Sahid dibawah naungan Yayasan Sahid Husnul Khatimah, di Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Kiyai Haji Ahmad Sadjid Zain, Direktur Eksekutif Yayasan Sahid Husnul Khatimah mengatakan ada beberapa kebijakan yang dibuat mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Termasuk untuk meniadakan atau tidak menggelar salat Jumat sementara untuk mencegah penularan Covid-19.

"Jumatan ditiadakan sementara," katanya ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (19/3) petang.

Kebijakan lain yang diambil pesantren milik Sahid Grup ini, yakni menyerahkan seluruh santri kepada orang tua masing-masing (dipulangkan) mulai tanggal 16 - 29 Maret 2020.Jumlah santri sekitar 1.000 orang dari berbagai daerah. Ada dari seputar Jabodetabek, ada juga dari pulau jawa.

Pembelajaran, lanjutnya, dilaksanakan secara online berupa penugasan dan atau tutorial jarak jauh.

Sadjid juga menjelaskan, bahwa kawasan pesantren ditutup kecuali bagi guru, karyawan dan calon santri yang survei.

"Mereka kami pemeriksaan suhu badan terlebih dahulu di pintu gerbang kawasan.

Kemudian guru/karyawan yang bertempat tinggal di dalam pesantren dilarang keluar dari kawasan. Seluruh ruang belajar dan asrama santri disemprot disinfektan oleh unit masing-masing," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Antara

Usul PSBB Disetujui Menkes, DKI Sibuk Susun SOP

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 April 2020, 15:37 WIB
Satpol PP akan dilibatkan di bidang penegakkan hukum meskipun pihaknya mengaku hanya bisa memberikan sanksi...
MI/Susanto

Anies Didesak Segera Terbitkan Landasan Hukum Kuat Soal PSBB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 April 2020, 15:25 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Teguh P. Nugroho mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk menerbitkan landasan hukum pelaksanaan...
MI/BARRY FATHAHILLAH

​​​​​​​50 DPRD Depok Dinilai Tumpul Kemanusiaan saat Covid-19

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 07 April 2020, 14:55 WIB
Sebanyak 50 DPRD dinilainya lupa diri, padahal mereka bisa menjadi DPRD karena pilihan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya