Kamis 19 Maret 2020, 20:29 WIB

Jembatan Pulau Balang Dikhawatirkan Ganggu Kapal

Mediaindonesia.com | Nusantara
Jembatan Pulau Balang Dikhawatirkan Ganggu Kapal

Antara
Perarian Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

PEMBANGUNAN jembatan pulau Balang di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai mengganggu transportasi kapal.  Pasalnya, ketinggian jembatan bisa menghambat kapal berlayar di perairan Teluk Balikpapan. 

"Ketinggian jembatan (dari permukaan air saat kondisi pasang) tidak lebih dari 20 meter. Itu bisa mengganggu ruang gerak kapal yang beraktivitas di sekitarnya. Dan ini menjadi tidak ekonomis kalau jembatan menghalangi aktivitas kapal,” kata Dewan Penasehat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bambang Harjo Soekartono, Kamis (19/3). 

Bambang menyatakan, jembatan penyeberangan teluk idealnya memiliki ketinggian 40 meter. Ia mencontohkan sejumlah jembatan serupa  di negara-negara Eropa. 

“Jembatan di negara Eropa yang rendah sudah mulai dibongkar serta ketinggiannya dinaikan agar kapal bisa melintas,” paparnya. 

Sebaliknya, ketinggian jembatan di perairan Teluk Balikpapan ini tidak cukup tinggi. Kawasan perairan Balikpapan masuk alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadi perlintasan ratusan kapal internasional. 

Bambang khawatir keberadaan proyek justru menggerus perekonomian masyarakat di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya, ongkos angkut transportasi darat melonjak drastis ketimbang transportasi laut. 

“Jarak ke hulu sampai 200 kilometer masih bisa dijangkau kapal laut. Kalau ingin biaya angkutan logistik tetap murah, aktivitas kapal harus bisa dimaksimalkan, jangan sampai terganggu,” ujarnya. 

“Keberadaannya juga tidak berpengaruh terhadap pembangunan ibu kota negara baru,” imbuhnya. 

Bambang pun meminta pemerintah mengevaluasi teknis Jembatan Pulau Balang. Menurutnya perencanaan prematur berdampak langsung manfaat infrastruktur bagi masyarakat. 

Jembatan Pulau Balang melintasi perairan teluk menghubungkan Balikpapan dan PPU. Jembatan terdiri bentang panjang (1.250 meter) dan bentang pendek (500 meter). 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKPR) menargetkan penyelesaian proyek  tahun ini. Proyek senilai Rp1,3 triliun itu memasuki 71% tahap pembangunan bentang panjang (804 meter). Sedangkan bentang pendek terbangun sepanjang 167 meter. 

Proyek Jembatan Pulau Balang mulai bergulir pada 2011 silam dimasa kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. 

Jembatan diharapkan memperlancar arus transportasi trans Kalimantan. Jembatan Pulau Balang pun terkoneksi dengan akses jalan tol Balikpapan – Samarinda.

Jembatan Pulau Balang dilengkapi teknologi mutakhir sensor pemantauan kesehatan konstruksi jembatan. Sensor structural health monitoring system (SHMS) dipergunakan jembatan lain yakni Suramadu (Jawa Timur), Soekarno (Manado), Merah Putih (Ambon), dan Musi IV (Palembang). (RD/A-1)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

ABK di Pelabuhan Wuring Diberi Edukasi Protokol Kesehatan

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 07:07 WIB
Edukasi Prokes diberikan di Pelabuhan Wuring karena pelabuhan itu merupakan tempat datang dan keluarnya kapal ikan dan...
MI/Ardi Teristi Hardi

Pantai Jungwok Gunungkidul Jadi Pilihan Libur Panjang

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 07:00 WIB
Pantai Junwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul memiliki pemandangan yang indah, berpasir putih, airnya bersih dan cocok untuk...
ANTARA/Oky Lukmansyah

Polda Aceh Ambil Alih Kasus Tertembaknya Tiga Nelayan di Simeulue

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:33 WIB
Tiga nelayan yang sedang melego di perairan Kabupaten Simeulue, Aceh tertembak. Dua nelayan tewas dan satu lainnya kritis. Polda Aceh turun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya