Kamis 19 Maret 2020, 19:24 WIB

KPK Limpahkan Kasus Penyuap Wahyu Setiawan ke Pengadilan

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Limpahkan Kasus Penyuap Wahyu Setiawan ke Pengadilan

Antara
Ilustrasi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara kasus dugaan suap pemilihan anggota DPR 2019-2024 mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) untuk tersangka Saiful Bahri. Saiful yang merupakan staf di DPP PDIP itu akan segera disidangkan.

"Hari ini KPK melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa Saiful Bahri sebagai pemberi suap kepada komisioner KPU WS (Wahyu Setiawan)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (19/3).

Pelimpahan perkara dilakukan ke Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Ali Fikri mengatakan selama tahap penyidikan perkara Saiful, penyidik memeriksa 32 saksi. Saksi-saksi yang diperiksa antara lain Arief Budiman selaku Ketua KPU periode 2017-2022, Evi Novida Ginting selaku anggota KPU periode 2017-2022, Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP, Riezky Aprilia selaku anggota DPR periode 2019-2024, dan Wahyu Setiawan.

Adapun pasal yang didakwakan kepada Saiful yaitu dakwaan primer pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun dakwaan subsider yaitu pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. Menurut rencana, persidangan akan digelar di PN Tipikor Jakarta Pusat.

"Persidangan akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa penuntut umum KPK saat ini tinggal menunggu penetapan hari sidang dari majelis hakim," imbuh Ali Fikri.

Saiful menjadi tersangka pertama yang perkaranya segera disidangkan. Dalam kasus itu KPK total menetapkan empat tersangka. Sebagai penerima ialah Wahyu Setiawan selaku komisioner KPU, Agustiani Tio Fridelina selaku orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu.

Adapun sebagai pemberi yang ditetapkan tersangka ialah caleg PDIP Harun Masiku dan Saeful. Namun, Harun hingga kini masih belum berhasil ditangkap KPK setelah ditetapkan sebagai buron (DPO) sejak 17 Januari lalu.

Dalam kasus itu, Wahyu diduga meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg terpilih Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah Rp900 juta tersebut, uang yang diterima Wahyu baru Rp600 juta. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Ini 4 Poin Klarifikasi Said Didu ke Luhut. Tidak Ada Minta Maaf

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 21:35 WIB
Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B Pandjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan...
MI/Susanto

MER-C Minta Mantan Menkes Dibebaskan untuk Bantu Atasi Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 21:25 WIB
MER-C berharap seluruh sumber daya manusia unggul yang memiliki keahlian di bidang kesehatan yang dimiliki Indonesia bisa diberdayakan...
MI/IMMANUEL ANTONIUS

Said Didu: Saya Tidak Akan Minta Maaf, Memang Faktanya Begitu

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 07 April 2020, 21:07 WIB
Pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya