Kamis 19 Maret 2020, 19:23 WIB

Stok Pangan Aman Hingga Lebaran, Tapi Gula Menipis

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Stok Pangan Aman Hingga Lebaran, Tapi Gula Menipis

Antara/Irfan Anshori
Gudang penyimpanan stok gula pasir milik sebuah perusahaan

 

GABUNGAN Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmi) memastikan stok bahan makanan dan minuman olahan bakal tercukupi hingga masa lebarean pada Mei Mendatang.

Hal itu dipastikan Ketua Umum Gapmi Adhi S Lukman usai mengikuti rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (19/3). Hanya, kata Adhi, ada sedikit catatan mengenai kekurangan bahan baku seperti gula.

"Masih ada kekurangan dan pemerintah segera akan merilis izinnya karena ketersediaannya belum ada di dalam negeri dan produksi dalam negeri belum ada khususnya gula karena baru mulai pada akhir Mei," ujar Adhi.

Menurutnya, bila pemerintah enggan mengambil tindakan, maka stok gula akan mengalami kekurangan pada Juni mendatang. Akan tetapi, pemerintah menjanjikan ketersediaan gula akan cukup.

Terlebih saat ini fokus utama ialah untuk mengamankan ketersediaan dan kebutuhan dalam negeri di tengah pandemi Covid-19 (virus korona).

Baca juga : HIPMI Apresiasi Kementan Keluarkan RIPH Amankan Stok Bahan Pokok

"Saat ini memang untuk mengamankan ketersediaan," jelas Adhi.

Ia menambahkan, selain mengamankan kebutuhan, hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah ialah persoalan distribusi barang. Kelancaran distribusi perlu dijamin pengambil kebijakan guna meyakinkan konsumen bahwa ketersediaan akan selalu ada.

"Ada sesekali serbuan produk yang memang terjadi dan sempat kosong di outlet. Tapi itu bukan karena ketersediaan, itu karena logistik, tidak ada persiapan. Oleh karena itu kami menegaskan kita tidak ada kekurangan pangan sama sekali," tutur Adhi.

Di kesempatan yang sama, Dewan Penasehat Himpunan Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan, pihaknya juga meyakini kebutuhan pangan tidak begitu terdampak akibat Covid-19.

Menurutnya, barang yang paling terimbas ialah masker, hand sanitizer, dan sabun kesehatan yang sejatinya bukan barang pokok. Itu pun bukan berarti terjadi kelangkaan, akan tetapi keterlambatan distribusi karena ada pembelian yang tidak wajar.

"Kalau industri cukup, kita semua tenang. Yang terdampak langsung Covid-19 adalah kebutuhan yang bukan pokok seperti masker, hand sanitizer, sabun kesehatan. Ini memang sedikit ada keterlambatan di distribusi dan pemajangan produk," jelas Tutum.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19, pihaknya akan melayani konsumen jauh lebih agresif ketimbang biasanya.

Dalam skenario terburuk pun, kata dia, peretail siap mengantarkan barang kebutuhan ke rumah konsumen. "Kami pastikan kami siap antar bila konsumen tidak bisa keluar rumah. Artinya, kita memang melakukan pemenuhan stok dan syukurnya tidak ada permasalahan jumlah stok," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

👤Try/Ant/E-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:35 WIB
“Petani tembakau telah cukup sengsara dengan adanya kenaikan cukai tembakau 23% pada tahun ini dan juga tekanan pandemi,” ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya