Kamis 19 Maret 2020, 16:08 WIB

Akibat Covid-19, Stimulus Sektor Ekonomi Perlu Disiapkan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Akibat Covid-19, Stimulus Sektor Ekonomi Perlu Disiapkan

FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan
Kepala Departemen Ekonomi Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri

 

PELEMAHAN ekonomi dampak dari pandemi Covid-19 diperkirakan bisa berlangsung empat hingga enam bulan. Hal ini membuat pemerintah perlu memikirkan pula stimulus agar sektor ekonomi bergariah kembali setelah pandemi ini lewat. 

"Meski bukan yang utama harus dipikirkan sekarang, tapi stimulus peningkatan investasi dan ekonomi juga harus disiapkan pemerintah. Pandemi ini bisa membuat ekonomi mandek hingga enam bulan," kata Kepala Departemen Ekonomi Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurut Yose, dunia usaha saat ini terperangkap dalam situasi yang sangat tidak diuntungkan. Perlambatan ekonomi sudah mulai terjadi ditandai dengan dua permasalahan utama. Pertama soal suplai yang pasti akan berkurang karena imbauan masif untuk bekerja dari rumah.

"Padahal, 80% pekerjaan menyangkut ekonomi di dunia, tidak bisa dari rumah. Pekerja pabrik contoh paling mudahnya. Ini tentu berpengaruh besar pada suplai yang akan berkurang," kata Yose Rizal.

Permasalahan selanjutnya adalah soal permintaan yang juga akan terus berkurang di beberapa sektor. Salah satu yang paling terpukul dari awal pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata dan rekreasi. "Karena orang tidak bisa bekerja efektif, mungkin income akan turun dan tentu ini berdampak pada permintaan serta konsumsi total," katanya.

Desakan untuk mengambil pilihan melakukan karantina, menurut Yose Rizal, juga akan berdampak parah pada perekonomian. Konsumsi barang-barang yang sifatnya tersier akan jatuh, orang-orang akan beralih ke konsumsi dasar. Sementara, dunia usaha juga akan kesulitan menjaga stabilitas produksi mereka.

Secara ekonomi, Yose Rizal berpendapat saat ini pemerintah perlu memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan mendasar bisa tercukupi. Karena permintaan akan barang-barang ini akan terus meningkat jelang puncak pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini harus menjadi prioritas, selain tentunya memastikan langkah-langkah kesehatan seperti tes masif dan peningkatan fasilitas terus dilaksanakan.

Tapi, pemerintah juga harus mulai memikirkan bagaimana mengembalikan kepercayaan publik untuk kembali membangun ekonomi ke depannya dalam masa pemulihan nanti.

"Kepercayaan dunia usaha harus ditanam kembali. Birokrasi tidak boleh ribet, jangan sampai banyak aturan yang menghambat upaya memulai kembali usaha dan investasi," kata Yose Rizal.(RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Paska di PHK 1.600 Pekerja Ajukan Program Kartu Prakerja

👤Dwi Apriani 🕔Senin 06 April 2020, 17:55 WIB
RIBUAN pekerja di Kota Palembang, Sumatera Selatan dirumahkan dan di putus hubungan kerjanya. Hal itu imbas wabah virus korona baru...
Istimewa/Kementan

Di Tengah Covid-19, Bojonegoro Sumbang Produksi Padi 416.812 Ton

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 17:45 WIB
Panen raya di Kabupaten Bojonegoro, Jatim sudah dimulai sejak bulan Maret dan bulan April ini merupakan puncak musim panen...
Istimewa/Kementan

Senator Puji Kerja Kementan soal Jaminan Pangan dan Distribusnya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 17:16 WIB
Menurut Christiandy, hal itu amat penting dalam meredam kepanikan sosial soal kebutuhan konsumsi pangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya