Kamis 19 Maret 2020, 14:05 WIB

DPR: Tindak Tegas yang Tak Mau Ikut Cegah Penyebaran Covid-19

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
DPR: Tindak Tegas yang Tak Mau Ikut Cegah Penyebaran Covid-19

MI/Palce Amalo
Upacara penahbisan Uskup Ruteng

 

ANGGOTA Komisi VIII DPR, Ace Hasan, mengatakan bahwa sudah saatnya aparat bertindak tegas kepada pihak-pihak yang tidak mengindahkan upaya melawan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Sebetulnya, bagi saya, siapapun berhak untuk menyelenggarakan kegiatan apapun, apalagi acara keagamaan. Tapi acara tersebut berpotensi merugikan orang lain. Di saat semua pihak gencar-gencarnya melakukan social distancing, ada pihak yang secara sengaja menyelenggarakan acara besar," ujar Ace di Jakarta, hari ini.

Tokoh atau organisasi besar khususnya keagamaan harus bersikap bijaksana dan menjadi contoh masyarakat di tengah kondisi wabah saat ini. Mereka harus mengajak masyarakat untuk ikut anjutan menjaga jarak sosial sementara waktu agar Covid-19 tidak semakin menyebar di masyarakat.

"Contohnya NU & Muhammadiyah. Keduanya telah menunda agenda besar kedua organisasi yang teramat penting, Munas NU dan Muktamar Muhammadiyah," ujar Ace.

Sementara itu Ketua Komisi III DPR, Herman Herry mengaku prihatin dengan tetap digelarnya penasbihan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat Pr. Acara tersebut diperkirakan melibatkan setidaknya 2000 orang.

"Terkait acara di Ruteng yang tetap berlangsung, tentu saya menyampaikan keprihatinan tersendiri. Saya berharap panitia pelaksana sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan pengunjung acara tersebut," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sesalkan Upacara Penahbisan Uskup Ruteng Tetap Berjalan

Herman mengatakan ke depan, aparat kepolisian harus mengevaluasi semua izin kegiatan yang melibatkab massa. Tidak hanya di sekitar Jakarta, tapi seluruh Indonesia.

"Agar setidaknya menunda kegiatannya sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah," ujar Herman.

Herman mengatakan saat ini semua pihak harus mau mengalah untuk menunda acara meski mungkin mereka telah menyiapkannya sejak lama. Jangan sampai apa yang terjadi di Malaysia, yakni penyebaran masif pasca acara keagamaan terjadi juga di Indonesia.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Galih Pradipta

Percikan Api Rokok Biang Keladi Kebakaran Kejagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 16:09 WIB
Setelah berkoordinasi dengan para ahli dari Universitas Indonesia, penyidik pun yakin bahwa Gedung Korps Adhyaksa itu bisa terbakar karena...
MI/Susanto

Karena Alpa, Delapan Tersangka Kebakaran Kejagung Ditetapkan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:26 WIB
Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kebakaran gedung Korps Adhyaksa...
ANTARA

Presiden: Cari Solusi Persoalan Hutan dan Masyarakat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:15 WIB
Salah satu solusi yang patut diperhitungkan adalah dengan manfaatkan teknologi digital dengan mengembangkan precision...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya