Kamis 19 Maret 2020, 11:30 WIB

Atasi Covid-19, Bank Dunia Tingkatkan Bantuan Jadi US$ 14 Miliar

Nur Aivanni | Ekonomi
Atasi Covid-19, Bank Dunia Tingkatkan Bantuan Jadi US$ 14 Miliar

AFP
Bank Dunia.

 

DEWAN Direksi Bank Dunia dan International Financial Corporation (IFC) menyetujui paket pembiayaan cepat senilai $14 miliar. Paket pembiayaan tersebut dimaksudkan untuk membantu perusahaan dan negara dalam upaya mereka untuk mencegah, mendeteksi dan merespons penyebaran Covid-19 yang cepat.

Paket tersebut akan memperkuat sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, termasuk untuk pencegahan penyakit, diagnosis, dan perawatan, serta mendukung sektor swasta.

Baca juga: Mentan Syahrul Jamin Pasokan Bahan Pangan Tersedia Sampai Lebaran

IFC yang merupakan anggota Kelompok Bank Dunia akan meningkatkan ketersediaan pembiayaan terkait Covid-19 menjadi $8 miliar sebagai bagian dari paket $14 miliar, naik dari sebelumnya yang sebesar $6 miliar, untuk mendukung perusahaan swasta dan karyawan mereka yang dirugikan oleh penurunan ekonomi akibat penyebaran Covid-19.

Sebagian besar pembiayaan IFC akan diberikan kepada lembaga keuangan klien untuk memungkinkan mereka terus menawarkan pembiayaan perdagangan, dukungan modal kerja dan pembiayaan jangka menengah kepada perusahaan swasta yang berjuang dari gangguan rantai pasokan.

Respons IFC itu juga akan membantu klien yang ada di sektor ekonomi yang terkena dampak langsung pandemi, seperti pariwisata dan manufaktur, untuk terus membayar tagihan mereka.

Paket tersebut juga akan menguntungkan sektor-sektor yang terlibat dalam menanggapi pandemi ini, termasuk perawatan kesehatan dan industri terkait yang menghadapi peningkatan permintaan layanan, peralatan medis dan obat-obatan.

"Sangat penting bagi kami untuk mempersingkat waktu pemulihan. Paket ini memberikan dukungan mendesak untuk bisnis dan pekerjanya untuk mengurangi dampak finansial dan ekonomi akibat penyebaran Covid-19," kata Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass dalam pernyataan resminya, Rabu (19/3).

Kelompok Bank Dunia, lanjutnya, berkomitmen untuk merespons dengan cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara-negara berkembang. Operasi dukungan pun sudah berlangsung. Dan pendanaan yang telah disetujui tersebut akan membantu menopang ekonomi, perusahaan dan pekerjaan.

Tambahan $2 miliar tersebut dibuat berdasarkan pengumuman paket respons pada 3 Maret, yang termasuk $6 miliar dalam pembiayaan oleh Bank Dunia untuk memperkuat sistem kesehatan dan pengawasan penyakit dan $6 miliar oleh IFC untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah, yang lebih rentan terhadap guncangan ekonomi.

"Tidak hanya pandemi ini yang merenggut nyawa, tetapi dampaknya terhadap ekonomi dan standar kehidupan kemungkinan akan lebih lama dari fase darurat kesehatan. Dengan memastikan klien kami mempertahankan operasi mereka selama ini, kami berharap sektor swasta di negara berkembang akan lebih siap untuk membantu ekonomi pulih lebih cepat," kata Kepala Eksekutif IFC Philippe Le Houérou.

Respons IFC memiliki empat komponen. Pertama, $2 miliar dari Fasilitas Respons Krisis Sektor Riil, yang akan mendukung klien di infrastruktur, manufaktur, pertanian dan industri jasa rentan terhadap pandemi.

IFC akan menawarkan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, dan jika perlu, melakukan investasi ekuitas. Instrumen itu juga akan membantu perusahaan di sektor perawatan kesehatan.

Kedua, $2 miliar dari Program Keuangan Perdagangan Global, yang akan menanggung risiko pembayaran lembaga keuangan sehingga mereka dapat memberikan pembiayaan perdagangan kepada perusahaan yang mengimpor dan mengekspor barang. IFC berharap itu akan mendukung usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasokan global.

Ketiga, $2 miliar dari program Solusi Modal Kerja, yang akan menyediakan dana bagi bank-bannk pasar berkembang untuk memberikan kredit untuk membantu bisnis menopang modal kerja mereka, kumpulan dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihan mereka dan memberi kompensasi kepada pekerja.

Keempat, sebuah komponen baru diajukan atas permintaan klien dan disetujui pada 17 Maret. $2 miliar dari Program Likuiditas Perdagangan Global, dan Program Keuangan Komoditas Kritis. Keduanya menawarkan dukungan pembagian risiko kepada bank lokal sehingga mereka dapat terus membiayai perusahaan di pasar negara berkembang.

IFC baru saja memperluas batas pembiayaan perdagangan untuk empat bank di Vietnam sebesar $294 juta sehingga mereka dapat terus memberikan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, terutama usaha kecil dan menengah. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/ M Irfan

Menteri Edhy, Kok Satupun Peraturan Menteri KKP Belum Muncul

👤Hilda julaika 🕔Senin 06 April 2020, 19:35 WIB
Menteri KKP  diminta segera menerbitkan Permen yang belakangan sering disampaikan ke...
Istimewa/PLN

Token Listrik Gratis dan Diskon Bisa Diakses Melalu WhatsApp

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 19:25 WIB
Khusus 11 juta pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, pelanggan akan mendapatkan token listrik berdasarkan penggunaan terbesar...
Istimewa/Kemenparekraf

Masyarakat Antusias Ikuti Gerakan Penggunaan Masker Kain

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 19:12 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, masyarakat merespons positif gerakan masker kain untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya