Kamis 19 Maret 2020, 11:14 WIB

Jokowi Perintahkan Segera Lakukan Rapid Tes Covid-19

Antara | Humaniora
Jokowi Perintahkan Segera Lakukan Rapid Tes Covid-19

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas melalui "video conference" di Istana Merdeka, Jakarta

 

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan instansi terkait lainnya untuk segera melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test guna menguji status individu tertular virus korona atau tidak.

“Segera lakukan rapid test dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan,” ujar Presiden saat memulai rapat terbatas Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3).

Kepala Negara juga meminta jumlah alat dan laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19 diperbanyak. Gugus Tugas beserta Kementerian Kesehatan dapat menggandeng Rumah Sakit (RS) milik pemerintah, BUMN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, RS Swasta, hingga lembaga riset terekomendasi untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.

Baca juga: Guru Besar UI: Perkuat Solidaritas Hadapi Covid-19

Presiden juga meminta protokol kesehatan yang jelas dan sederhana agar mudah dipahami masyarakat. Sehingga setelah rapid test dilakukan, petugas medis dapat mempertimbangkan dengan baik opsi untuk melakukan karantina mandiri terhadap pasien atau karantina di RS.

“Penyiapan protokol kesehatan yang alurnya jelas dan mudah dipahami. Ini penting, terkait hasil rapid test, apakah dengan karantina mandiri atau memerlukan layanan RS. Protokol kesehatan yang jelas,” ujarnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, sebelumnya, Rabu (18/3), menjelaskan Kementerian Kesehatan sedang mengkaji menerapkan deteksi cepat.

Metode ini berbeda dari pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan, karena akan menggunakan spesimen darah, dan tidak membutuhkan spesimen dari tenggorokan.

Salah satu keuntungan dari rapid test ini adalah tidak dibutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level dua. Artinya, pemeriksaan rapid test ini dapat dilaksanakan di hampir seluruh laboratorium kesehatan yang ada di rumah sakit di Indonesia.

“Hanya permasalahannya adalah bahwa karena yang diperiksa adalah immunoglobulin maka kita membutuhkan reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu. Kalau belum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu, kemungkinan immunoglobulin akan memberikan gambaran negatif," jelas Yurianto.

Hingga Rabu (18/3), jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 227 pasien. Sebanyak 11 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 19 pasien meninggal dunia. (OL-1)

 

Baca Juga

Antara

Achmad Yurianto Ingatkan Penggunaan Masker Untuk Semua

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 05 April 2020, 17:55 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menegaskan penggunaan masker untuk semua harus...
Antara

Kemenkes Sebut PSBB Lebih Ketat Atur Kegiatan Penduduk

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 05 April 2020, 17:45 WIB
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi dalam teleconference di Gedung BNPB hari ini (5/4) menyebut PSBB diharapkan lebih ketat mengatur masyarakat...
Ilustrasi

Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 05 April 2020, 17:24 WIB
Menteri Agama Fachrul Razy mendorong Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat harta (mal)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya