Kamis 19 Maret 2020, 10:25 WIB

Kasus Novel Baswedan Mulai Disidangkan

Dhk/P-3 | Politik dan Hukum
Kasus Novel Baswedan Mulai Disidangkan

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Novel Baswedan

 

WADAH Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap mengawal sidang perdana perkara penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hari ini.

“Nanti kami dari WP KPK, sebagai bagian advokasi Bang Novel, akan datang ke sana sambil melihat situasi dulu ya, kemudian nanti akan melihat dakwaannya seperti apa,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Yudi mengaku penasaran ingin mengetahui alasan para pelaku melukai penyidik senior KPK itu. Keterangan di pengadilan itu nantinya akan dianalisis untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain, termasuk otak penyerangan terhadap Novel.

“Kami harapkan bahwa dalam pembacaan dakwaan itu, terungkap seluruh fakta terkait dengan penyerangan Bang Novel. Juga, terkait dengan siapa saja pelakunya,” ujar Yudi.

Namun, Yudi enggan berkomentar lebih detail soal persidangan itu. Dia memberikan waktu kepada pengadilan membeberkan hasil pemeriksaan.

“Makanya kenapa dakwaan itu penting untuk dilihat karena di situlah semua proses dari awal sampai akhir terkait dengan fakta-fakta yang dilakukan pelaku tergambar,” ucapnya.

Novel disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.

Tim teknis yang mengusut kasus penyiraman­ air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob.

Ronny dan Rahmat dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Di sisi lain, WP KPK mengotot agar Kompol Rossa Purbo Bekti dipulangkan ke komisi antirasuah. Mereka berjanji bakal terus berjuang hingga mendapat hasil memuaskan.

“Kami tetap konsisten untuk teguh memperjuangkan Mas Rossa kembali ke KPK sebagai penyidik. Masih ada beberapa tugas yang harus dilakukan Mas Rossa,” cetus Yudi.

Sebelumnya, KPK menolak surat keberatan­ dari Rossa. Lembaga antirasuah mengaku tak berwenang menentukan nasib yang bersangkutan.

“KPK keberatan atas surat tersebut, dan tidak dapat diterima karena disebutkan di sini salah alamat,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri.

Ali menjelaskan Rossa merupakan anggota Polri yang ditugaskan di KPK, dan KPK tak berhak memutuskan masa tugas yang bersangkutan. “Secara hukum kepegawaian dan pembinaan, kariernya masih melekat dan tetap tunduk pada sistem hukum kepegawaian anggota Polri,” jelas Ali. (Dhk/P-3)

Baca Juga

istimewa

Sri Sultan Minta Kepastian Soal Kepulangan Pemudik

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:15 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta segera ada keputusan pemerintah mengenai para...
MI/Susanto

Polri Harus Tindak Tegas Penyebar Hoaks soal Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:08 WIB
Tidak hanya mengamankan lingkungan dan membubarkan kerumunan. Polri juga diminta tegas menindak penyebar hoaks terkait covid-19 yang...
Dok. Kemendagri

Jadwal Tunda Pilkada Serentak Ditentukan Usai Pandemi Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:44 WIB
Tito menegaskan, pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum dam DPR RI akan menentukam jadwal tunda pelaksanaan Pilkada Serentak di 270 daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya