Kamis 19 Maret 2020, 08:05 WIB

Saatnya Menyesuaikan Diri

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Saatnya Menyesuaikan Diri

MI/TOSIANI
Warga binaan melakukan video call dengan keluarga tanpa dipungut biaya di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Temanggung, Jawa Tengah, kemarin.

 

KESIBUKAN Wahyudin nyaris tidak mengendur sekalipun tengah menjalani imbauan work from home (WFH).

Bedanya, penyelia infrastruktur teknologi informasi itu kini memantau pekerjaan anak buahnya dari rumah melalui kanal percakapan Whatsapp Group (WAG) atau bahkan video call. Anak buah Wahyudin yang mendapat giliran WFH pun ­saling mengirimkan hasil koreksi data lewat e-mail atau WAG.

“Ini keputusan manajemen searah dengan imbauan pemerintah. WFH menghindarkan kami dari kemungkinan terpapar korona, tetapi kami  pun tidak ingin kehilangan produktivas. Bekerja seperti biasa walau dari rumah masing-masing,” kata Wahyudin kepada Media Indonesia, kemarin.

Diva Amalia, mahasiswi manajemen pendidikan UPI Bandung, menilai WFH ibarat model perkuliahan mandiri. “Kami kan harus diskusi dengan dosen atau temen membahas materi yang tertunda. Diskusinya lewat WAG, atau membaca buku yang belum sempat kepegang.”

Mengingat banyaknya waktu luang bagi mahasiswa selama WFH, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi ­Perpusnas, Ofy Sofyana, menyarankan mereka mengunduh bacaan lewat aplikasi iPusnas di App Store atau Play Store. “Pengguna hanya perlu memasukkan alamat e-mail atau Facebook.”

Dalam penilaian sosiolog dari Universitas Nasional Sigit Rochadi, WFH sudah banyak dipatuhi kalangan menengah ke atas. “Di hari-hari awal WFH, saya memantau orang-orang memilih pergi berlibur atau ke mal, tapi sekarang jalan dan mal sudah sepi. Mereka mulai menyesuaikan diri. WFH memang tidak berarti mengurangi produktivitas.”

Sigit menyadari para pekerja di sektor informal belum tergerak mengikuti imbauan WFH. “Jumlahnya sekitar 57%. Imbauan WFH bagi kalangan ini mestinya dibarengi bantuan pangan.”

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio berpandangan efektivitas imbauan WFH amat tergantung peran masyarakat yang sadar dan peduli kesehatan satu sama lain.

“Harus ada gerakan sosial bahwa kita menghadapi bencana. Dalam pengamatan saya, belum semua warga memahami pentingnya menjalankan social distancing. Terutama warga kelas menengah ke bawah. Ini kan kebijakan baru selain pilihan lockdown yang tentu mahal cost-nya. Karena itu, kita harus punya rasa peduli satu sama lain,” ujar Agus.

Rel yang sama

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni ­Monardo, mengingatkan pentingnya aparat di level bawah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya pencegahan korona.

“Kita tidak boleh kehilangan waktu hanya berdebat teori untuk menangani wabah ini. Kita mesti fokus bagaimana warga kita paham soal ancaman dan berbuat untuk mengatasinya bersama-sama,” kata Doni.

“Lurah bisa menunjukkan kualitas kepemimpinan dengan menjalankan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Jalankan dalam rel yang sama,” lanjut Doni.

Sementara itu, Rutan Temanggung, Jawa Tengah, juga membatasi kunjungan keluarga kepada narapidana. Sebagai gantinya, pihak rutan menyediakan layanan video call gratis bagi penghuni rutan. “Saya bisa video call dengan keluarga antara pukul 09.00 dan 12.00 WIB. Saya sangat terbantu. Ini kan untuk menghindari penularan virus korona,” kata Adi, warga binaan di Rutan Temanggung. (Ind/Uta/Ssr/Aiw/TS/X-3)

 

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

MUI: Publik Berhak atas Konten Hiburan dan Informasi yang Bermutu

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 14:50 WIB
Publik  mempunyai hak terbesar terhadap pemanfaatan frekuensi lembaga penyiaran untuk mendapatkan hiburan yang bermutu dan informasi...
123rf.com

Gelombang Pertama Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Berakhir

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 14:40 WIB
Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut kini pandemi covid-19 di Indonesia masih berada dalam gelombang pertama...
ANTARA FOTO/Arnold/wpa

Stop Rapid Test, Jangan Buang Uang untuk Hal yang Tidak Akurat

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 14:24 WIB
Pandu menilai, pemeriksaan yang dilakukan dengan rapid test secara masal merupakan hal yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya