Rabu 18 Maret 2020, 23:20 WIB

10 Hektare Hutan di Gayo Lues Terbakar

Antara | Nusantara
10 Hektare Hutan di Gayo Lues Terbakar

ANTARA/Rony Muharrman
Ilustrasi : Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan kebakaran hutan dan lahan telah menghaguskan sedikitnya 10 hektare di Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

"Telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah dataran tinggi Aceh, tepatnya Desa Blang Temung, Gayo Lues hari," kata Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi di Banda Aceh, Rabu (18/3).

Ia mengatakan petugas pemadam kebakaran dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terpaksa menggunakan peralatan seadanya yakni semprotan hama akibat sulitnya menuju lokasi.

BPBD Gayo Lues tidak mengerahkan armada pemadam kebakaran karena tidak tersedia jalur yang bisa dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua, karena merupakan kawasan hutan di pedalaman.

"Hingga tadi sore, tim kebakaran hutan dan lahan sedang melakukan pemadaman api. Jika belum padam, maka akan dilanjutkan esok hari akibat udara dingin di malam hari," katanya.

Ia mengaku, hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab terbakarnya kawasan hutan yang berada di pedalaman tersebut.

"Kita belum tahu penyebab kebakaran. Dan kini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib," tegas Sunawardi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar menyatakan, suhu udara di siang hari meningkat dengan mencapai 34 derajat celsius akibat memasuki musim kemarau di wilayah Aceh.

"Suhu ini, akibat baru memasuki kemarau. Secara umum Aceh dilanda 32 hingga 34 derajat celsius," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Zakaria Ahmad.

Ia mengatakan, peningkatan suhu udara itu disertai hembusan angin yang bergerak dari arah timur laut menuju utara atau sebaliknya memiliki kecepatan antara lima hingga 20 kilometer per jam.

Ia mengatakan peningkatan suhu udara itu disertai hembusan angin yang bergerak dari arah timur laut menuju utara atau sebaliknya memiliki kecepatan antara lima hingga 20 kilometer per jam.

"Suhu mencapai 34 derajat ini, kita perkirakan terjadi di Maret 2020 saja. Sehingga kita imbau warga untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan serta permukiman penduduk, karena rawan sekali terjadi," tambah Zakaria. (OL-12)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020

👤Palce Amal 🕔Rabu 08 April 2020, 15:55 WIB
Pembangunan laboratorium (lab) untuk pemeriksaan swab pasien terjangkit virus korona (covid-19) di Nusa Tenggara Timur, rampung akhir April...
Facebook @institutteknologibandung

Tiadakan Wisuda, ITB Terbitkan Ijazah Digital

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 April 2020, 15:13 WIB
"Cara membedakan yang asli dengan yang palsu, masyarakat dapat memeriksanya di laman...
MI/Ruta Suryana

Perolehan Gerakan 10 Ribu Masker di Bali Lampaui Target

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 08 April 2020, 14:55 WIB
Dari 10 ribu yang ditergetkan, sampai hari ini sudah terkumpul 22 ribu masker,  bantuan dari pelaku UKM, pengusaha, hingga gerakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya