Rabu 18 Maret 2020, 20:37 WIB

Ini Petunjuk Teknis Memakamkan Pasien Positif Covid-19

Henri Siagian | Humaniora
Ini Petunjuk Teknis Memakamkan Pasien Positif Covid-19

Antara
Menteri Agama Fachrul Razi

 

Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan, jenazah pasien positif corona akan diurus oleh tim dari rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah. Pemakaman dapat dilakukan oleh pihak keluarga/pihak lain setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan.

"Petugas pemakaman tersebut harus memakai alat pelindung diri (APD) untuk petugas kesehatan yang dimusnahkan selesai pemakaman," ujar Fachrul.

"Untuk jenazah muslim/muslimah, pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan syariah yang mungkin dilakukan, dan menyesuaikan dengan tata-cara sesuai petunjuk rumah sakit rujukan," lanjutnya.

Baca juga: Pemerintah Kaji Penerapan Rapid Test Telusuri Kasus Covid-19

Untuk pelaksanaan salat jenazah, Menag menganjurkan agar dilakukan di RS rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Salat dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

Berikut adalah petunjuk teknis dalam mengurus jenazah seperti disitat dari laman kemenag.go.id.

I. Lindungi diri sendiri

Sebelum memandikan/semayamkan jenazah, petugas perlu melindungi diri dengan memastikan keamanan dan kebersihan diri terlebih dahulu.

1. Baju pelindung

Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.

2. Ruang penyimpanan jenazah

Tidak makan, minum, merokok, maupun menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

3. Hindari kontak langsung

Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

4. Cuci tangan

Selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Jika memiliki luka, menutupnya dengan plester atau perban tahan air.

5. Risiko terluka

Sebisa mungkin, mengurangi risiko terluka akibat benda tajam.

II. Bila terluka

1. Luka dalam

Jika petugas mengalami luka tertusuk yang cukup dalam, segera bersihkan luka dengan air mengalir.

2. Luka kecil

Jika luka tusuk tergolong kecil, cukup biarkan darah keluar dengan sendirinya.

3. Laporkan

Semua insiden yang terjadi saat menangani jenazah harus dilaporkan kepada pengawas.

III. Disinfektan

Perawatan jenazah ketika terjadi wabah penyakit menular umumnya juga melibatkan disinfektan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah.

Namun, disinfektan saja tidak cukup untuk menghalau penyakit infeksi. Petugas medis tetap harus menggunakan pakaian dan alat pelindung, sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

IV. Penguburan atau kremasi

Pengurusan jenazah dengan penyakit menular biasanya diakhiri dengan penguburan atau kremasi tergantung kondisi.

A. Penguburan

1. Jarak dengan sumber air.

Apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari permukiman terdekat.

2. Kedalaman

Jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter lalu ditutup dengan tanah setinggi 1 meter. Tanah perkuburan pun harus diurus dengan hati-hati.

3. Areal terpisah

Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Baca juga: Ini Imbauan IDI untuk Masyarakat, Rumah Sakit, dan Dokter

B. Kremasi

1. Jarak

Lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari permukiman terdekat.

2. Polusi asap

Kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah sekaligus untuk mengurangi polusi asap.

Baca juga: Satu Guru Besar UGM Positif Covid-19

V. Bahan-bahan Dibuang

Setelah seluruh prosedur perawatan, semua bahan, zat kimia, ataupun benda lainnya yang tergolong limbah klinis harus dibuang di tempat yang aman. Disinfeksi pun dilakukan kembali pada petugas medis dan semua barang yang digunakan dalam perawatan jenazah.

VI. Risiko penyebaran

Perawatan jenazah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Namun, selama dilakukan sesuai prosedur keamanan dan kebersihan, perawatan jenazah justru dapat membantu mencegah penularan penyakit lebih lanjut. (X-15)

 

Baca Juga

DOK KEMENPAREKRAF

Kemenparekraf Siapkan Langkah Strategis Bagi Pelaku Parekraf

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 16:22 WIB
Kemenparekraf menyiapkan tiga tahapan untuk merespons dampak Covid-19. Yaitu tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan...
MI/Dede Susianti

Bulan Ini, Penerima Manfaat PKH Dapat Dana Dua Kali Lipat

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 16:21 WIB
Pemerintah telah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp110 triliun dalam rangka pengamanan jaring sosial untuk menghadapi pandemi...
Antara

Ada 1.753 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNMPTN di UGM

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Rabu 08 April 2020, 16:10 WIB
SEBANYAK 1.753 peserta lulus seleksi jalur SNMPTN 2020 di UGM. Mereka terbagi dalam kelompok program studi Saintek sebanyak 1.238 dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya