Rabu 18 Maret 2020, 17:36 WIB

Dinilai Ada Kekeliruan Guru dalam Metode Daring

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Dinilai Ada Kekeliruan Guru dalam Metode Daring

MI
...

 

Seiring kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud dalam mengantisipasi dan menangkal Covid-19, sekolah-sekolah diliburkan dengan memberi kesempatan siswa untuk belajar di rumah atau home learning dan online learning.

Dalam kaitan ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai fenomena yang terjadi ternyata guru-guru mengartikan home learning adalah dengan memberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online.

"Alhasil para siswa dan orangtua mengeluh. Seiring libur sekolah, ternyata tugas siswa makin menumpuk-numpuk. Lebih mending sekolah normal, tugasnya tak sebanyak sekarang. Begitulah para guru memahami 'pembelajaran online' yaitu pemberian tugas secara daring. Hanya itu,'' kata Wasekjen FSGI Satriwan Salim menjawab Media Indonesia di Jakarta, Rabu (18/3).

Baca Juga: Ruangguru Bantu SIswa di Tengah Wabah Korona

Menurut Satriwan, home learning dan online learning yang diharapkan itu adalah, para guru dan siswa berinteraksi secara virtual. Adanya interaksi seperti hari-hari biasa normal. Bedanya, interaksinya sekarang ini secara virtual.

"Jadi, bukan sekadar memberi tugas-tugas online. Bukan itu yang diharapkan siswa dan orangtua. Tapi mau bagaimana lagi, memang seperti itulah 'wajah' guru-guru kita," tegas Satriwan yang juga guru SMA Lab School Jakarta ini.

Dikatakannya, kondisi tersebut termasuk di Jakarta khususnya. Walaupun menjadi ibu kota negara, (seharusnya) menjadi parameter pendidikan, tapi fenomena pembelajaran online seperti di atas justru terjadi di Jakarta.

Tak heran jika dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) DKI jakarta pada akhir Desember lalu, rata-rata hasilnya adalah 54 (skala 0-100). "Jadi tak usah kaget. Jujur, ini menjadi otokritik bagi diri saya khususnya, umumnya bagi kita para guru. Semoga lekas perbaiki diri. sangat dibutuhkan kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran daring ini," tandas Satriwan.

Hemat dia, para guru belum kreatif memanfaatkan media pembelajaran online, bahkan sekedar memanfaatkan media sosial (medsos) pun belum optimal. Misal guru mengajar di rumah menggunakan Aplikasi LIVE Instagram, atau Live Facebook.

''Ini belum banyak ditemukan. Kecuali di sekolah sekolah swasta," tukasnya.

Saat ditanya pembelajaran daring di SMA Lab School ia mengajar, Satriwan mengutarakan sudah mempunyai media pembelajaran E-Labschool. Sehingga pembelajaran daring tetap terjadi. Bahkan pihak akademik membuat Jadwal Khusus Pembelajaran Daring selama libur. "Alhasil siswa dan guru tetap belajar dan beriteraksi. Saya pun mengajar PKN online untuk siswa kelas X," ungkapnya.

Pada bagian lain, M Ramli Rahim Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengutarakan belajar di rumah masing-masing siswa secara online dengan guru sesungguhnya bukan barang aneh buat guru-guru IGI, setiap saat guru IGI dilatih dan melatih guru memanfaatkan segalanya untuk pembelajaran kelas maya.

"Tak perlu Platform Pendidikan macam-macam seperti Ruang Furu, Quipper, Zenius atau sejenisnya karena memang guru IGI dilatih untuk itu, bahkan guru IGI sudah mampu membuat platform seperti itu meski dengan skala kecil," ujarnya

Dikatakan bagi guru yang terbiasa seperti guru-guru IGI, tentu saja tak ada masalah.Tetapi bagi mereka yang tidak terbiasa apalagi baru belajar hari ini tentu saja masalah besar apalagi sudah tidak lagi bertemu langsung dengan siswa.

"Ini jika di daerah dengan sinyal bagus, kalau jaringan internet yang bermasalah tentu saja semuanya tak memungkinkan," imbuhnya.

Ramli menegaskan tidak sependapat dengan menyodorkan start up atau platform pendidikan karena justru menunjukkan ketidakmampuan guru. "Mereka tidak punya kemampuan bahkan tak pernah menjalankan kelas jauh, tentu saja itu masalah," pungkasnya. (Bay/OL-10)

Baca Juga

DOK TANOTO-GUGUS TUGAS

Tanoto Foundation Donasi APD Dukung Gugus Tugas Hadapi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 19:24 WIB
Bantuan APD ini meliputi 1 juta masker, 1 juta sarung tangan, 3.000 kaca mata, dan 100.000 baju pelindung ICU dan...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

IPC Beri Bantuan Dana Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Selasa 07 April 2020, 18:30 WIB
Pandemi Covid-19 bisa teratasi dengan gerakan bersama termasuk partisipasi dunia...
Dok The Media Hotel & Tower

PT Savoria Sumbang Minuman Isotonik dan Masker ke The Media Hotel

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 18:16 WIB
Bantuan untuk tenaga medis dan relawan yang ada di hotel bintang lima itu diterima oleh Director The Media Hotel & Tower Rachmadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya