Rabu 18 Maret 2020, 16:42 WIB

Terjadi Penurunan Transaksi Tiket Elektronik KRL 27 Persen

Insi Nantika Jelita  | Ekonomi
Terjadi Penurunan Transaksi Tiket Elektronik KRL 27 Persen

Antara
Tiket elektronik

 

TRANSAKSI tiket elektronik pengguna KRL pada Senin (16/3) turun 27% atau hanya mencapai 733.140 sedangkan pada Senin (9/3) tiket elektronik 1.009.362.

"Hal ini sejalan dengan himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang, termasuk di transportasi publik," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, Rabu (18/3).

Menurut Anne, adanya kebijakan soal social distancing measure atau pembatasan jarak memungkinkan menurunnya penumpang KRL. Seiring semakin banyaknya institusi dan perusahaan yang menganjurkan karyawan untuk bekerja dari rumah

Anne menyampaikan, berdasarkan data transaksi elektronik yang menurun ada di berbagai stasiun. Di Bogor turun 28% dibanding Senin, 9 Maret 2020. Lalu di Stasiun Tebet turun 28%, Tanah Abang turun 23%, Gondangdia turun 30%, Sudirman turun 26%.

"Untuk hari Selasa 17 Maret, dengan semakin balertambahnya orang yang bekerja dari rumah, jumlah pengguna KRL tercatat 610.207," kata Anne.

Meskipun terdapat penurunan, PT KCI akan menambah dua pemberangkatan dari Bogor pada jam sibuk pagi hari untuk semakin mengurangi kepadatan pengguna. Jadwal tambahan dua pemberangkatan tersebut adalah Pemberangkatan Bogor tujuan Kampung Bandan pukul 05:32 WIB dan pemberangkatan Bogor tujuan Jakarta Kota pukul 06:02 WIB.

"Kami berharap masyarakat khususnya pengguna KRL dapat bekerja sama dan saling mengingatkan sesama pengguna untuk menjaga jarak. Bila kereta sudah tampak mulai padat, pengguna sebaiknya mempertimbangkan untuk naik kereta selanjutnya, ” pungkas Anne. (OL-2)

Baca Juga

Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....
Dok.DPR

Potensi PT Pos Perlu Terus Dikembangkan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 17:05 WIB
Saat ini PT Pos memang membutuhkan banyak dukungan untuk beradaptasi dengan iklim bisnis dan tren teknologi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya