Rabu 18 Maret 2020, 14:15 WIB

Bagi Sisiwi SMA Sukma Bangsa Ini Covid-19 Peluang Usaha

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Bagi Sisiwi SMA  Sukma Bangsa Ini Covid-19 Peluang Usaha

MI/Amiruddn AR
Ghina Zuraiha, Siswi kelas 11 SMA Sukma Bangsa, Gampoeng Pineung, Kecamatan Pekan Baro, Pidie

 

AKTIVITAS belajar mengajar tatap muka di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sejak Selasa 17 Maret hingga 30 Maret ditiadakan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan itu terkait upaya kewaspadaan terhadap meluasnya virus korona atau Covid-19

Mematuhi imbauan itu,  kini Ghina Zuhaira lebih banyak menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah kawasan Desa Meunasah Blang Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. Siswi kelas 11 SMA Sukma Bangsa, Gampoeng Pineung, Kecamatan Pekan Baro, Pidie tersebut lebih suka mengisi hari-harinya dengan membuat berbagai jenis mainan berbahan benang rajut. Tentu kegiatan itu diluar menyelesaikan tugas sekolah atau di sela-sela belajar daring.

Kegiatan membuat mainan rajut memang sudah setahun lalu dilakoni Ghina. Apalagi ibu dari Ghina Zuhaira bernama Nurbaiti,38, juga seorang pengrajin bordiran busana. Untuk mengisi waktu libur, sekarang semakin ditingkatkan. Ditambah lagi permintaan yang tergolong lumayan.

 "Ini mewarisi ibu saya yang seorang pengrajin boordiran mukena dan jilbab" kata Ghina.

Ada beberapa bentuk mainan berbahan dasar benang rajut yang diracik Ghina. Antara lain gantungan kunci, gantungan pada tas, tempat pensil atau kotak pulpen, tas jinjing, dompet dan cassing atau sarung handphone. Lalu ada juga boneka kecil hewan lucu, seperti kelinci.

Sambil berinovasi, remaja putri yang dikenal berprestasi itu juga semakin memperkaya ide-ide cemerlang sehingga tercipta model mainan yang bervariasi. Menariknya, sebuah inovasi baru dari hasil karya kerajinan tangan Ghina Zuhaira adalah gantungan rajut berwajah  virus korona.

Walaupun terbuat dari bahan sangat sederhana yaitu bola pimpong diselimuti anyaman benang rajut dan dikelilingi tancapan duri mirip mahkota. Kalau sekilas terlihat kasat mata bentuknya persis virus korona.  Model tersebut paling banyak diminati.

"Ini model terbaru yang paling menarik. Timbul ide menciptakan mirip virus korona, lebih untuk meperkenalkan dan sosialisasi kepada siapa saja yang ingin tahu tentang wabah berbahaya itu. Setelah terjawab penasaran, semoga bisa meningkatkan kewaspadaan dan tidak sampai menimbulkan kepanikan" jelas Siswi SMA Sukma Bangsa yang memiliki 5 bersaudara itu.

Hasil karya Ghina banyak di jual ke rekan sekolahnya, guru, teman sekampung dan cukup laku di pasar online.

Ghina membanderol produksinya bervariasi,  dari Rp 10.000 hingga Rp120.000 per unit. Tergantung model dan ukurannya. Khusus untuk harga mainan benang rajut mirip virus korona itu berkisar Rp15.000 hingga 25.000. Itupun tergantung ukurannya. Karena semakin besar ukran modalnya juga lebih banyak dan masa penyelesaianpun lama.

"Utamanya saya belajar pelajaran-pelajaran sekolah dan menyelesaikan tugas  atau soal yang diberikan guru-guru bidang studi. Selebihnya tentu menyelesaikan barang pesanan dan berinovasi untuk menciptakan model bervariasi sehingga memancing daya tarik pembeli. Tutur Ghina Zuhaira kepada Media Indonesia, Rabu (18/3).  (OL-13)

Baca Juga: Pelajar ke Luar Rumah Selama Tanggap Covid-19, Awas Ada Satpol PP

Baca Juga: Semakin Meningkat, ODP Di DKI Capai 813 Orang, PDP 330 Orang

 

Baca Juga

Antara

Polda Papua akan Bertindak Tegas Selama Tanggap Darurat Covid

👤Ant 🕔Jumat 10 April 2020, 03:18 WIB
Peningkatan status menjadi tanggap darurat  akan berlangsung hingga 6 Mei akibat terus meningkatnya jumlah warga yang positif covid-19...
Antara

Ini Jadwal Rute Kereta yang Terimbas PSBB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 10 April 2020, 01:28 WIB
Selama periode 10- 23 April 2020 hanya terdapat 7 KA Jarak Jauh yang berangkat dari area Daop 1 Jakarta dengan pengurangan waktu...
Antaranews.com

Aparat Keamanan Papua Tindak Tegas Sepanjang Tanggap Darurat

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:44 WIB
Peningkatan status menjadi tanggap darurat  akan berlangsung hingga 6 Mei mendatang akibat terus meningkatnya jumlah warga yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya