Rabu 18 Maret 2020, 10:48 WIB

Saudi Limbung Diterpa Penurunan Harga Minyak dan Covid-19

Deri Dahuri | Internasional
Saudi Limbung Diterpa Penurunan Harga Minyak dan Covid-19

FAYEZ NURELDINE/AFP
Terkait wabah virus Covid-19, sejumlah mal, restoran, dan pusat rekreasi tampak sepi di Kota Riyadh, Saudi Arabia.

 

AKIBAT serangan pandemi virus korona baru atau Covid-19, kamar-kamar hotel kosong dan juga berimbas kepada salon-salon kecantikan. Sebagai negara pengekspor minyak, Saudi Arabia pun dilanda kelesuan ekonomi karena menghadapi persoalan serius selain harga minyak yang terjun bebas, twabah Covid-19.         

Kerugian ekonomi besar bakal melanda Saudi terutama setelah Saudi juga terpaksa menutup banyak bioskop, mal, dan restoran serta menunda penerbangan dan menghentikan aktivitas umrah sementara. Selain itu, Saudi juga menutup wilayah Qatif yang berpenduduk 500 ribu terkait wabah Covid-19.   

Persoalan ekonomi yang dihadapi negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia adalah merosotnya harga minyak dunia hingga US$30 per barel pekan. Harga minyak mencapai titik terendah untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Pemicunya menurunnya permintaan minyak dunia dan perang harga minyak melawan Rusia.  

Kondisi tersebut jelas akan menguras likuiditas dan Saudi harus mengambil langkah penghematan yang mungkin bisa berisiko pada proyek diversifikasi

Di sisi lain, Kerajaan Saudi tengah menghadapi persoalan politik yang serius. Baru-baru ini, Saudi yang dikendalikan Pangeran Mohamad bin Salman melakukan penangkapan terhadap saudara laki-laki dan keponakan Raja Salman. Kondisi tersebut   memicu ketidakstabilan politik di dalam negeri.

"Ini masa krisis," kata seorang pegawai pemerintah Saudi, menjelaskan mengapa dia mulai menukar sebagian gajinya menjadi dolar AS dan koin emas.

 "Semuanya tidak dapat diprediksi dan kita harus siap untuk menghadapi kondisi terburuk," ucapnya.

Bank Sentral Saudi mengabaikan kekhawatiran bahwa jatuhnya harga minyak dapat membuat mata uang kerajaan tertekan yang selama beberapa dekade dipatok terhadap dolar AS.

Seorang penjual perhiasan di Riyadh mengatakan kepada AFP bahwa dirinya telah melakukan sejumlah pengamatan untuk menukar 'sejumlah besar uang tunai' menjadi batangan emas dan koin emas. (AFP/OL-09)

 

 

Baca Juga

AFP/Andreas SOLARO

Studi: Jutaan Infeksi Covid-19 di Seluruh Dunia tidak Terdeteksi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 08:00 WIB
Menurut para peneliti Jerman, data menunjukkan negara-negara hanya menemukan rata-rata sekitar 6% dari semua infeksi virus...
AFP/Frederic J BROWN

Biden Berusaha Rangkul Pendukung Sanders

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 April 2020, 07:43 WIB
Joe Biden hampir dipastikan akan berhadapan dengan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, November mendatang, setelah Bernie Sanders...
AFP/WILLIAM PHILPOTT

Pengungkap Skandal Seks Bill Clinton-Monica Lewinsky Meninggal

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 07:35 WIB
Terbongkarnya skandal seks dengan Monica Lewinsky, membuat Bill Clinton diberhentikan sebagai presiden Amerika Serikat....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya