Rabu 18 Maret 2020, 09:10 WIB

Pandemi Korona Momentum untuk Bergotong Royong

Pro/P-5 | Politik dan Hukum
Pandemi Korona Momentum untuk Bergotong Royong

Dok. Sekretariat MPR
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat

 

WAKIL Ketua MPR Lestari Moerdijat mengimbau masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah virus korona baru (covid-19). Rerie, sapaan Lestari, mengajak warga bersatu melewati wabah ini. "Jadikan ini sebagai gerakan solidaritas nasional. Mari hadapi situasi ini bersama-sama, dimulai dari diri sendiri dan keluarga," kata Rerie dalam keterangan pers, kemarin.

Menurut dia, pemerintah tengah bekerja keras mengatasi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu. Langkah-langkah mitigasi covid-19 juga dijalankan.

Rerie menekankan publik memang perlu mewawas diri, tetapi harus tetap rasional. Warga harus membantu pemerintah mencegah penyebaran covid-19. Dia mengambil contoh permintaan Presiden Joko Widodo agar masyarakat melakukan aksi jaga jarak (social distancing).

"Social distancing bisa juga dimaknai sebagai upaya karantina diri, untuk sementara menjauhkan diri satu sama lain agar tidak tertular," ujar Rerie.

Langkah pencegahan, kata dia, dapat efektif bila semua pihak disiplin. Di sisi lain, pemerintah perlu membuat aturan turunan yang mendukung pelaksanaannya.

Senada dengan Rerie, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Benny Susetyo, mengungkapkan pandemi covid-19 menjadi momentum menguatkan kembali salah satu nilai Pancasila, yakni gotong royong.

"Semua kekuatan elemen bangsa, seperti partai politik, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak harusnya bergotong royong untuk mengatasi ini," ujar Romo Benny dalam diskusi 4 Pilar MPR di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Benny mengatakan virus korona bisa diatasi kalau kita semuanya memiliki persepsi yang sama untuk menaati aturan yang sudah dibuat. Dengan begitu, wabah tidak menular secara masif.

Pakar komunikasi UI, Effendy Gazali, mengatakan harus ada pelatihan bagi berbagai kalangan untuk menghadapi kondisi tak biasa ini. Dengan begitu, tidak ada kekeliruan tindakan yang umumnya ditimbulkan akibat kebingungan menghadapi situasi yang berlangsung.

Secara terpisah, Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan kebijakan Presiden Jokowi memberi wewenang kepada pemerintah daerah menetapkan status daerahnya terkait korona dan tidak melakukan lockdown sudah tepat. Pemerintah juga diminta untuk tidak tergesa-gesa menetapkan negara dalam status darurat nasional korona.

"Langkah Presiden Jokowi menerbitkan Keppres Nomor 7 Tahun 2020 untuk membentuk tim reaksi cepat penanganan sebaran pandemi covid-19 juga sangat tepat. Pola pendekatan masalah seperti ini diyakini bisa dipahami dan diterima masyarakat sehingga suasana kondusif," ujar Bamsoet di Jakarta, kemarin. (Pro/P-5)

Baca Juga

Antara

HUT ke-74 TNI AU, Sederhana Namun Bermakna

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 21:48 WIB
Tak ada aksi iring-iringan pesawat ataupun pertunjukan udara khas pesta ulang tahun angkatan yang memiliki semangat Swa Bhuwana Paksa...
MI/Pius Erlangga

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Percepat PSBB Penyangga Jakarta

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 April 2020, 20:03 WIB
Pemerintah, lanjut Rerie, perlu segera merealisasikan program bantuan sosial di sejumlah daerah terdampak...
Antara

Pulang Kerja, Presiden Bagikan Sembako

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 19:27 WIB
Di dalam paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, kecap dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya