Selasa 17 Maret 2020, 19:46 WIB

Penumpang Nilai Pembatasan LRT Langkah Gegabah Pemprov DKI

tri subarkah | Megapolitan
Penumpang Nilai Pembatasan LRT Langkah Gegabah Pemprov DKI

MI/ Pius Erlangga
Petugas membersihkan bagian dalam rangkaian gerbong Lintas Raya Terpadu (LRT) di Jakarta

 

Pembatasan operasional Lintas Raya Terpadu (LRT) yang dilakukan pemprov DKI Jakarta pada Senin (16/3) kemarin dinilai gegabah. Walaupun memiliki tujuan baik, yakni untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19, kebijakan tersebut terasa tidak adil.

Hal tersebut disampaikan oleh Ratna, 57, salah satu penumpang LRT yang Media Indonesia temui di Stasiun Boulevard Utara. Menurutnya, pembatasan jam operasional LRT hanya menguntungkan penumpang yang memiliki kendaraan pribadi.

"Memang sih nggak jelas. Tidak semua orang kan punya mobil, kebijakan itu memandang yang punya mobil saja. Setelah kejadian kemarin barulah sadar. Nggak dipikir panjang," kata Ratna kepada Media Indonesia, Selasa (17/3).

 

Baca juga: Mendagri: Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah Wilayah Pusat

 

Keluhan lain datang dari Sandy, 32. Karyawan swasta yang bekerja di daerah Matraman tersebut sempat kesulitan untuk pulang ke rumahnya kemarin. Pasalnya, jam operasional LRT kemarin hanya berlangsung dari pukul 06.00-18.00 WIB.

"Saya pulang kan malem. Udah nggak ada LRT jadi terpaksa naik gojek. Saya nggak tau kalau dikurangin (jam operasionalnya)," tandas Sandy.

Oleh sebab itu, baik Ratna dan Sandy sama-sama mengapresiasi diberlakukannya kembali jam operasional yang normal, yakni pukul 05.30-23.00 WIB, dengan headway 10 menit.

"Memang seharusnya gini. Kalau mau nggak ketularan korona ya lebih baik dibatesin penumpangnya," ujar Sandy.

Pembatasan jumlah penumpang dalam setiap rangkaian kereta LRT sebenarnya sudah dilakukan. Dalam keterangan persnya kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah penumpang maksilam di dalam satu rangkaian kereta LRT adalah 120 orang.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, jumlah penumpang LRT terbilang lebih sedikit dibanding dengan MRT maupun TransJakarta. Dari Stasiun Velodrome sampai Pegangsaan Dua, maupun sebaliknya, tak ada penumpang yang terpaksa harus berdiri. Bahkan setiap penumpang memberikan ruang satu tempat duduk kosong sebagai bentuk jaga jarak aman. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Publik Bisa Ikut Saksikan Presentasi Cawagub DKI Lewat Streaming

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 00:42 WIB
“Kami sudah lakukan rapat dengan pimpinan dewan, kita putuskan tahapan visi misi akan dilaksanakan pada Jumat (3/4) pukul 14.00...
Istimewa

Hakim PN Tangerang Dilaporkan Salahgunakan Wewenang

👤Aries Wijaksena 🕔Rabu 01 April 2020, 00:36 WIB
Hakim bukan dokter yang tahu soal kesehatan...
Antara

Polri Tegaskan Dukung Pemerintah Tangani Covid-19

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:50 WIB
Polri menyatakan kesiapannya dalam membantu kebijakan pemerintah terkait penanganan virus covid-19. Ini terkait kebijakan pembatasan sosial...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya