Rabu 18 Maret 2020, 07:00 WIB

Bisakah yang Sembuh, Terjangkit Covid-19 Lagi?

Melalusa Susthira K | Weekend
Bisakah yang Sembuh, Terjangkit Covid-19 Lagi?

Antara
Para perawat membawa seorang yang berstatus pasien dalam pengawasan akibat wabah Covid-19.

COVID-19 yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya memunculkan berbagai pertanyaan sekaligus kekhawatiran. Salah satu masalah yang ikut disoroti sejak awal kemunculannya ialah apakah mereka yang terinfeksi covid-19 dapat mengidap kembali untuk kedua kalinya, dan bagaimana virus tersebut bereaksi atas kekebalan tubuh.

Pertanyaan tersebut muncul pada bulan lalu, manakala otoritas Jepang mengatakan seorang perempuan yang terjangkit covid-19 telah dinyatakan bebas virus, namun dinyatakan positif kembali saat dilakukan tes lainnya. Kabar tersebut sontak membingungkan para ilmuwan.

Seorang ahli virologi dari Universitas Leeds, Inggris, Prof Mark Harris, mengatakan infeksi ulang dalam kasus tersebut ialah hal yang hampir tak mungkin, namun ia menambahkan "ada beberapa bukti dalam literatur ilmiah terhadap infeksi koronavirus hewan yang bertahan selama periode yang lama (terutama pada kelelawar)".

Adapun Kepala penasihat ilmiah pemerintah Inggris, Sir Patrick Vallance, merespon kasus ulang covid-19 yang dialami pasien Jepang dengan mengatakan bahwa beberapa orang memang menangkap penyakit menular untuk kedua kalinya, namun hal itu jarang terjadi. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu akan terjadi pada koronavirus.

Sementara itu Prof Chris Whitty yang menjabat sebagai kepala penasihat medis Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjelaskan bahwa bersama dengan penyakit, bahkan jika tidak ada kekebalan jangka panjang, biasanya ada kekebalan jangka pendek dalam tubuh seseorang yang terjangkit.

Sebelumnya, baik Sir Patrick Vallance dan Prof Chris Whitty, berusaha meyakinkan publik Inggris bahwa mereka yang pernah terkena virus covid-19 akan mengembangkan suatu sistem kekebalan tubuh, dan adalah jarang untuk tertular penyakit tersebut kembali.  

Sedangkan, profesor emeritus penyakit menular di Brighton and Sussex Medical School, Prof Jon Cohen, mengungkapkan bahwa jawaban terkait infeksi ulang covid-19 belum dapat diketahui, karena sampai saat ini pihaknya belum memiliki tes antibodi untuk infeksi covid-19.

“Tetapi, sangat mungkin, berdasarkan infeksi virus lainnya. Bahwa ya, begitu seseorang terinfeksi, mereka umumnya akan kebal dan tidak akan terjangkit lagi. Akan selalu ada pengecualian ganjil, namun ini tentunya perkiraan yang masuk akal," terang Cohen. (The Guardian/M-1)

Baca Juga

Unsplash/ Road Trip With Raj

Stres? Ini Aplikasi Konsultasi Daring yang dapat Membantu Anda

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 03 April 2020, 20:25 WIB
Bisa jadi rasa bosan dan stres adalah gejala awal dari kesehatan psikis...
IMDB/CTMG Inc 2019

Bloodshot: Pahlawan Super Berawal dari Suami yang Patah Hati

👤Abdillah Marzuqi 🕔Jumat 03 April 2020, 19:15 WIB
Film ini belum lama tayang di Tanah Air ketika kemudian pandemi covid-19...
McDonald

Dukung Pelanggan di Rumah, McDonald's Bagikan Resep Menu Ikonik

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 03 April 2020, 15:55 WIB
Dan resep ini hanya butuh lima macam bahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya